Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Multifinance Day 2026 di Bali: Dorong Inklusi Keuangan, Pembiayaan Hijau, dan UMKM Naik Kelas

Jumat, 9 Oktober 2026, 22:23 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Multifinance Day 2026 di Bali: Dorong Inklusi Keuangan, Pembiayaan Hijau, dan UMKM Naik Kelas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) resmi menggelar Multifinance Day 2026 edisi ke-10 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Main Atrium Mall Living World Denpasar, Bali.

Mengusung tema "Bijak Berhutang, Hidup Sejahtera", perhelatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan APPI Summit 2026 sekaligus mendukung agenda Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).

Sebanyak 26 perusahaan pembiayaan anggota APPI turut serta dalam ajang edukasi, literasi, dan pameran produk pembiayaan bagi masyarakat Bali.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menguraikan keberadaan Multifinance Day ke-10 di Bali yang bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan. Ia menyampaikan bahwa masyarakat lebih mengenal industri pembiayaan sebagai leasing, yang telah berkiprah selama 51 tahun di Indonesia dengan portofolio terbesar pada pembiayaan sepeda motor dan mobil.

Saat ini, total aset industri pembiayaan nasional telah mencapai Rp600 triliun, di mana penyaluran pembiayaan di wilayah Bali pada tahun 2025 tercatat sekitar Rp12 triliun.

Pada kesempatan tersebut, Suwandi secara khusus menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Bali melalui jajaran Pemprov Bali atas potensi tindakan penagih utang (debt collector) yang sempat meresahkan di lapangan.

Ia menegaskan bahwa jajaran pimpinan perusahaan pembiayaan tidak pernah menginstruksikan ataupun membenarkan tindakan di luar wewenang hukum seperti kekerasan.

"Secara tulus kami memohon maaf kepada Bapak mewakili rakyat Bali. Tidak ada unsur kesengajaan atau perintah dari kami kepada petugas untuk berbuat hal di luar wewenang seperti kekerasan. Kami mengimbau masyarakat yang mengalami kendala pembayaran untuk tidak takut datang langsung ke kantor perusahaan pembiayaan tempat meminjam agar dapat mendiskusikan solusi terbaik, seperti perpanjangan tenor," tegas Suwandi Wiratno.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan konsumen serta kompetisi yang sehat di antara 143 perusahaan anggota APPI di bawah binaan OJK.

Mewakili Gubernur Bali I Wayan Koster, Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali I Made Budi Adiana mengapresiasi penunjukan Denpasar sebagai tuan rumah Multifinance Day ke-10.

Budi Adiana menegaskan bahwa pembiayaan tidak boleh hanya dipandang sebagai transaksi bisnis semata, melainkan harus ditempatkan sebagai instrumen strategis untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya UMKM.

Langkah ini selaras dengan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125) serta filosofi kearifan lokal Sad Kerthi / Sat Kerthi Loka Bali. Transformasi Ekonomi Kerthi Bali diarahkan pada enam sektor unggulan, yakni pertanian, kelautan/perikanan, industri, IKM/UMKM/koperasi, ekonomi kreatif & digital, serta pariwisata.

"Pembiayaan tidak boleh hanya dilihat sebagai transaksi antara perusahaan pembiayaan dan konsumen, tetapi harus menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan produktivitas. Kami berharap industri pembiayaan juga semakin mendorong pembiayaan yang mendukung ekonomi hijau dan sirkular, seperti energi bersih, kendaraan listrik, dan pertanian organik," ujar I Made Budi Adiana saat membacakan sambutan Gubernur Bali sebelum membuka acara secara resmi.

OJK Apresiasi Sinergi Industri dan Dorong Musyawarah Mufakat

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya seluruh rangkaian APPI Summit 2026, mulai dari International Seminar bertema Economic Outlook 2027, FGD industri, Multifinance Day, hingga kegiatan Fun Run.

Agusman menilai koordinasi antara APPI, Pemprov Bali, dan OJK berjalan sangat harmonis. Ia juga berpesan agar keberadaan perusahaan pembiayaan di Bali dapat diterima dengan baik, serta mengedepankan musyawarah mufakat apabila timbul permasalahan di lapangan

"Kami memohon kepada Pemda Bali agar perusahaan pembiayaan diterima dengan baik. Jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan, mari kita diskusikan bersama APPI sebelum berlanjut ke permasalahan hukum. Musyawarah mufakat adalah budaya kita yang memudahkan urusan ke depan," tutur Agusman.

Multifinance Day 2026 menargetkan 8.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Selain pameran produk dan tawaran promo dari 26 perusahaan pembiayaan, acara ini diwarnai dengan aksi CSR donor darah, pameran UMKM lokal Bali (UMKM Bazaar), beragam lomba budaya lokal (lomba Gebogan, Tari Tradisional Bali, dan Busana Bali), hingga kegiatan APPI's Fun Run Goes to Bali.

Rangkaian acara ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pembiayaan produktif, tetapi juga memperkuat literasi keuangan masyarakat secara berkelanjutan

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami