Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BKSDA Tangkap Dua Monyet Liar di SDN 2 Wanagiri

Minggu, 11 Oktober 2026, 16:04 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BKSDA Tangkap Dua Monyet Liar di SDN 2 Wanagiri.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menangkap dua ekor monyet ekor panjang di SDN 2 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (10/10/2026). 

Penangkapan dilakukan setelah seorang siswa berusia 9 tahun menjadi korban gigitan monyet liar di lingkungan sekolah tersebut.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengatakan kedua monyet yang ditangkap merupakan jantan dewasa. Petugas menggunakan perangkap untuk menangkap satwa tersebut sebelum mengevakuasinya ke tempat penampungan (shelter) milik Jaringan Satwa Indonesia (JSI) di Kabupaten Buleleng.

“Tujuannya pengendalian populasi dan penanganan konflik satwa,” kata Ratna saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, terdapat lima ekor monyet ekor panjang yang terpantau berada di sekitar sekolah pada Sabtu pagi. Kawanan tersebut terdiri dari dua anakan dan tiga monyet dewasa.

Dari lima ekor monyet tersebut, petugas berhasil menangkap dua jantan dewasa. Keberadaan monyet lainnya masih menjadi perhatian karena kawanan itu sebelumnya kerap berkeliaran di lingkungan sekolah.

BKSDA Bali mencatat konflik antara manusia dan monyet ekor panjang di Desa Wanagiri telah terjadi beberapa kali selama periode 2023–2026. Dalam penanganan sebelumnya, petugas bahkan menemukan sekitar 35 individu monyet ekor panjang di lokasi kejadian.

"Penanganan konflik tersebut akan  kami lakukan melalui pembinaan habitat dan pengendalian populasi dengan mempertimbangkan daya dukung habitat," terangnya.

Sebelumnya, seorang siswa kelas III SDN 2 Wanagiri, Gusti Kopang Merta Wijaya (9), mengalami luka akibat gigitan monyet liar pada Rabu (7/10/2026). Peristiwa itu terjadi setelah korban kembali dari toilet sekolah.

Perbekel Wanagiri, I Made Suparanton, mengatakan gangguan monyet di wilayahnya telah berlangsung lama. Kawanan tersebut sering memasuki lingkungan sekolah dan kantor desa, bahkan menyebabkan kerusakan pada bagian atap bangunan.

Pemerintah Desa Wanagiri sebelumnya telah berkoordinasi dengan BKSDA dan pihak terkait untuk mencari solusi atas konflik satwa tersebut. Warga bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), komite sekolah, dan wali murid juga sempat bergotong royong membersihkan semak-semak di sekitar sekolah untuk mengurangi tempat persembunyian monyet.

“Jumlahnya sekarang lumayan banyak. Populasinya meningkat. Kami berharap pihak terkait, terutama BKSDA dan pihak yang peduli terhadap satwa, bisa memberikan solusi,” kata Suparanton.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, sebelumnya memastikan korban gigitan telah mendapat perawatan luka dan Vaksin Anti Rabies (VAR). Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada laporan korban gigitan lainnya di SDN 2 Wanagiri.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami