Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Gung Mirah Wakili Bali di Puteri Anak Indonesia 2026, Usung Misi Setop Bullying
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dewa Ayu Agung Istri Mirah Widia Pradnyasuari Pemayun, remaja berusia 13 tahun asal Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, bersiap mewakili Bali dalam ajang Puteri Anak Indonesia 2026 di Jakarta.
Mengusung advokasi antiperundungan atau bullying, ia ingin mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan saling menghargai bagi anak-anak.
Siswi SMP Negeri 1 Denpasar yang akrab disapa Gung Mirah ini sebelumnya meraih gelar Puteri Anak Indonesia Bali Pariwisata 2026. Kini, ia tengah mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.
Gung Mirah mengusung advokasi bertajuk Bertumbuh With Mirah, dengan tema “Stop Bullying and Let’s Create Ethics of Care”. Melalui gerakan ini, ia ingin mengajak anak-anak membangun kepedulian, menghormati satu sama lain, dan menciptakan ruang tumbuh yang aman.
Bagi Gung Mirah, perundungan bukan persoalan asing. Ia mengaku pernah mengalami langsung pengalaman tersebut. Pengalaman itu mendorongnya untuk menyuarakan kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi situasi serupa.
"Advokasi ini berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar akibat perundungan," ujar Gung Mirah saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, perundungan bukan sekadar ejekan ringan. Perilaku tersebut dapat mengganggu keberanian anak untuk bersosialisasi sekaligus membuat mereka meragukan potensi diri.
"Diperlukan kepedulian dan tindakan nyata agar anak-anak semakin berani membangun hubungan yang sehat serta saling menghormati," tambahnya.
Persiapan Menuju Puteri Anak Indonesia 2026
Menjelang keberangkatan ke Jakarta, Gung Mirah harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dan persiapan kompetisi. Sejumlah agenda yang tengah dimatangkan meliputi sesi pemotretan, pembuatan video profil, penyusunan materi advokasi, hingga latihan penampilan bakat.
Ia juga dijadwalkan menghadiri konferensi pers serta audiensi dengan pemerintah daerah setempat untuk meminta dukungan dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, Gung Mirah akan berangkat ke Jakarta pada 26 Oktober 2026. Masa karantina dimulai pada 27 Oktober, sedangkan malam Grand Final Puteri Anak Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026.
Bagi Gung Mirah, ajang Puteri Anak Indonesia bukan sekadar panggung kecantikan, melainkan kesempatan bagi anak perempuan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri secara utuh.
Didukung Keluarga untuk Membawa Nama Bali
Gung Mirah merupakan putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Dewa Agung Bagus Eka Pemayun dan Dewa Ayu Agung Widiantari.
Ayahnya merupakan Bendesa Adat Tegal Tamu sekaligus wirausahawan, sedangkan ibunya mengabdi sebagai Kepala SD Jambe Agung. Keluarga besarnya juga dikenal di Bali melalui kiprah mereka di dunia musik pop Bali.
Dengan advokasi antiperundungan, kemampuan yang terus diasah, serta dukungan keluarga dan daerah, Gung Mirah bersiap memberikan penampilan terbaiknya dalam ajang Puteri Anak Indonesia 2026 sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap sesama anak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4216 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1973 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1801 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1506 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1144 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan