Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gung Mirah Wakili Bali di Puteri Anak Indonesia 2026, Usung Misi Setop Bullying

Senin, 12 Oktober 2026, 14:36 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Gung Mirah Wakili Bali di Puteri Anak Indonesia 2026, Usung Misi Setop Bullying.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Dewa Ayu Agung Istri Mirah Widia Pradnyasuari Pemayun, remaja berusia 13 tahun asal Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, bersiap mewakili Bali dalam ajang Puteri Anak Indonesia 2026 di Jakarta. 

Mengusung advokasi antiperundungan atau bullying, ia ingin mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan saling menghargai bagi anak-anak.

Siswi SMP Negeri 1 Denpasar yang akrab disapa Gung Mirah ini sebelumnya meraih gelar Puteri Anak Indonesia Bali Pariwisata 2026. Kini, ia tengah mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.

Gung Mirah mengusung advokasi bertajuk Bertumbuh With Mirah, dengan tema “Stop Bullying and Let’s Create Ethics of Care”. Melalui gerakan ini, ia ingin mengajak anak-anak membangun kepedulian, menghormati satu sama lain, dan menciptakan ruang tumbuh yang aman.

Bagi Gung Mirah, perundungan bukan persoalan asing. Ia mengaku pernah mengalami langsung pengalaman tersebut. Pengalaman itu mendorongnya untuk menyuarakan kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi situasi serupa.

"Advokasi ini berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar akibat perundungan," ujar Gung Mirah saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, perundungan bukan sekadar ejekan ringan. Perilaku tersebut dapat mengganggu keberanian anak untuk bersosialisasi sekaligus membuat mereka meragukan potensi diri.

"Diperlukan kepedulian dan tindakan nyata agar anak-anak semakin berani membangun hubungan yang sehat serta saling menghormati," tambahnya.

Persiapan Menuju Puteri Anak Indonesia 2026

Menjelang keberangkatan ke Jakarta, Gung Mirah harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dan persiapan kompetisi. Sejumlah agenda yang tengah dimatangkan meliputi sesi pemotretan, pembuatan video profil, penyusunan materi advokasi, hingga latihan penampilan bakat.

Ia juga dijadwalkan menghadiri konferensi pers serta audiensi dengan pemerintah daerah setempat untuk meminta dukungan dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan, Gung Mirah akan berangkat ke Jakarta pada 26 Oktober 2026. Masa karantina dimulai pada 27 Oktober, sedangkan malam Grand Final Puteri Anak Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026.

Bagi Gung Mirah, ajang Puteri Anak Indonesia bukan sekadar panggung kecantikan, melainkan kesempatan bagi anak perempuan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri secara utuh.

Didukung Keluarga untuk Membawa Nama Bali

Gung Mirah merupakan putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Dewa Agung Bagus Eka Pemayun dan Dewa Ayu Agung Widiantari.

Ayahnya merupakan Bendesa Adat Tegal Tamu sekaligus wirausahawan, sedangkan ibunya mengabdi sebagai Kepala SD Jambe Agung. Keluarga besarnya juga dikenal di Bali melalui kiprah mereka di dunia musik pop Bali.

Dengan advokasi antiperundungan, kemampuan yang terus diasah, serta dukungan keluarga dan daerah, Gung Mirah bersiap memberikan penampilan terbaiknya dalam ajang Puteri Anak Indonesia 2026 sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap sesama anak.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami