Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengerjaan Drainase Jalan Diponegoro Singaraja Baru 27 Persen, DPRD Soroti Hambatan

Senin, 12 Oktober 2026, 17:01 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pengerjaan Drainase Jalan Diponegoro Singaraja Baru 27 Persen, DPRD Soroti Hambatan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Progres pembangunan drainase dan penataan Jalan Diponegoro di kawasan Pasar Anyar Singaraja, Kabupaten Buleleng, baru mencapai 27 persen. DPRD Buleleng menyoroti hambatan pengerjaan hingga persoalan teknis saluran yang dikhawatirkan mengganggu kelancaran aliran air menuju laut.

Sorotan tersebut muncul saat Komisi II dan Komisi III DPRD Buleleng meninjau proyek pada Senin (12/10/2026). Aktivitas parkir kendaraan dan keberadaan pedagang di sekitar lokasi dinilai menghambat pekerjaan, sementara proyek ditargetkan rampung pada 17 Desember 2026.

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, mengatakan hambatan di lapangan perlu segera dikoordinasikan dengan dinas terkait agar pengerjaan tidak melewati batas waktu yang telah ditetapkan.

“Seperti apa pengerjaannya karena ini sudah mau batas limit waktu. Sehingga apa menjadi temuan kita di lapangan bahwa ada beberapa pengerjaan yang terhambat karena masalah dipakai parkir dan pedagang,” ujarnya.

Selain hambatan aktivitas di sekitar proyek, Masdana menyoroti elevasi atau ketinggian gorong-gorong eksisting yang perlu diperhitungkan dalam pembangunan saluran baru. Ia mempertanyakan kemampuan drainase mengalirkan air dari kawasan Pasar Anyar ke arah utara hingga laut.

Menurut Masdana, perhitungan kemiringan saluran sepanjang sekitar 400 meter menjadi aspek penting yang harus dipastikan secara teknis. Ia khawatir air berpotensi menggenang apabila ketinggian saluran tidak sesuai dengan perencanaan.

“Kalau itu tidak dilakukan nanti secara teknis airnya akan menggenang terus karena air laut air permukaan ini sudah tinggi. Harus dipikirkan sama PU, saya minta jaminannya bahwa gorong-gorong ini airnya mengalir dengan baik,” tegasnya.

Masdana meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) memastikan desain dan konstruksi drainase mampu mengalirkan air dengan baik. Namun, persoalan elevasi tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penjelasan teknis dari dinas terkait.

Proyek pembangunan drainase dan penataan Jalan Diponegoro tersebut dikerjakan CV Cadudasa Pratama sebagai kontraktor pelaksana, dengan CV Manca Geni sebagai konsultan pengawas. Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp4.749.733.000.

Pekerjaan ini memiliki masa pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung sejak 28 Agustus hingga 17 Desember 2026. Dengan progres fisik baru 27 persen berdasarkan hasil monitoring, penyelesaian proyek menjadi perhatian DPRD Buleleng mengingat waktu pelaksanaan yang tersisa.

DPRD Buleleng berencana mengoordinasikan temuan tersebut dengan dinas terkait. Koordinasi akan membahas upaya mengatasi hambatan akibat aktivitas parkir dan pedagang, sekaligus memastikan persoalan teknis drainase mendapat perhatian agar saluran berfungsi sesuai perencanaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami