Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Kasus ISPA di Karangasem Naik Dua Pekan, Dinkes Perketat Pemantauan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan selama dua pekan berturut-turut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem memperketat pemantauan untuk mendeteksi kemungkinan peningkatan penularan influenza sejak dini.
Berdasarkan data pemantauan Dinkes Karangasem, kasus ISPA pada minggu ke-37 tercatat sebanyak 16 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 18 kasus pada minggu ke-38.
Meski kenaikannya relatif terbatas, tren tersebut tetap menjadi perhatian petugas kesehatan. Pemantauan dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan kasus dan mengantisipasi potensi penyebaran penyakit di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Perkembangan penyakit ini menjadi perhatian karena peningkatan penyebaran juga dilaporkan di sejumlah daerah dan negara lain.
“Influenza ini merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Ini menjadi perhatian karena terjadi peningkatan penyebaran di sejumlah daerah dan di negara lain,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, ISPA masih menempati posisi teratas dalam pemantauan penyakit mingguan di Karangasem. Karena itu, Dinkes terus mengevaluasi perkembangan kasus untuk menentukan langkah penanganan apabila terjadi peningkatan yang lebih signifikan.
“Setiap minggu kami monitor. Kalau mulai ada peningkatan, kami lakukan verifikasi dan pemantauan. Ini kami lakukan karena penyakit yang berpotensi menjadi wabah harus terus dipantau,” jelasnya.
Dinkes Karangasem juga melakukan penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan indikasi peningkatan kasus. Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan, kasus yang ditemukan sejauh ini belum sampai menyebabkan pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Gejala influenza dapat menyerupai gangguan pernapasan yang umum terjadi, seperti pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan demam. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan perkembangan gejala, terutama jika tidak kunjung membaik atau justru semakin berat.
Masyarakat juga diminta memberi perhatian lebih terhadap kelompok rentan, termasuk bayi, ibu hamil, orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Kalau gejalanya ringan, masyarakat bisa beristirahat dan menjaga kondisi tubuh. Tetapi apabila gejala menetap atau semakin berat, sebaiknya segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4249 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1816 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1514 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1276 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan