Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Koster Tak Masalah PAD Kendaraan Turun, Asalkan Udara Bali Bersih
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster tidak mempermasalahkan potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) akibat insentif kendaraan listrik.
Menurutnya, manfaat lingkungan dan kesehatan masyarakat lebih penting dibandingkan mengejar penerimaan pajak semata.
Koster menegaskan, kebijakan publik tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan besarnya pendapatan dari satu sektor. Penurunan penerimaan pajak kendaraan konvensional dinilai dapat diimbangi manfaat lain, termasuk berkurangnya beban biaya kesehatan akibat pencemaran udara.
"Yang penting masyarakat sehat. Masyarakat sehat kan itu aset juga. Kebijakan ini kan tidak akan terus-terusan rugi, nilai tambah di luar pendapatan daerah itu kan banyak kembali ke Bali," ungkapnya saat jumpa pers yang diadakan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih bersama Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka kegiatan Pekan Iklim 2026, di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (11/10/2026).
Koster meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali tidak hanya berfokus pada potensi berkurangnya penerimaan PKB. Ia menilai kualitas udara yang lebih baik dapat meningkatkan kesehatan dan taraf hidup masyarakat Bali dalam jangka panjang.
Percepatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Bali untuk menekan polusi udara. Berdasarkan data riset daerah yang disampaikan dalam materi tersebut, sektor transportasi bersama pembangkit listrik menyumbang lebih dari 90 persen polusi udara di Bali.
Bali Jadi Contoh Transisi Menuju Emisi Nol Bersih
Komitmen Bali terhadap kebijakan rendah emisi turut mendapat dukungan dari World Resources Institute (WRI), lembaga internasional yang bergerak di bidang iklim dan keberlanjutan.
Anggota Global Board WRI, Mari Elka Pangestu, menyebut Bali sebagai contoh daerah yang memiliki komitmen dan rencana aksi konkret untuk mencapai target Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission) pada 2045.
"Kami memilih Bali karena Bali adalah showcase nyata dari daerah yang benar-benar berkomitmen terhadap Net Zero dengan rencana aksi yang bisa dilihat langsung," katanya.
Mantan Menteri Perdagangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga menyampaikan bahwa Global Board WRI akan menggelar pertemuan di Bali pada Juli 2027. Pertemuan itu akan menghadirkan anggota dewan global organisasi tersebut dari berbagai negara.
"Kita yang akan berkumpul tahun depan di Bali adalah Global Board dari World Resources Institute (WRI) yang bermarkas di Washington DC," imbuhnya.
Menurut Mari, pertemuan tersebut akan dihadiri sekitar 15–20 anggota Global Board dari berbagai kewarganegaraan. Banyak di antara mereka berasal dari sektor bisnis maupun kalangan mantan pembuat kebijakan.
"Selain itu, akan hadir country directors dari 12 negara tempat WRI beroperasi, seperti Tiongkok, Brazil, dan India," sebutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4254 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1817 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1515 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1281 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan