Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Distribusi BBM di Buleleng Ditarget Normal dalam Dua Hari

Selasa, 13 Oktober 2026, 11:59 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Distribusi BBM di Buleleng Ditarget Normal dalam Dua Hari.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, ditargetkan kembali normal dalam dua hari ke depan. Keterlambatan pengiriman dari Depo Manggis, Karangasem, menyebabkan pasokan Pertalite ke sejumlah SPBU berkurang dan memicu antrean kendaraan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Depo Manggis, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pertamina untuk mempercepat distribusi BBM.

Menurut Sudiarta, pasokan Pertalite yang biasanya mencapai 16 kiloliter (KL) per hari untuk masing-masing SPBU, saat ini turun menjadi sekitar 8 KL.

“Ada keterlambatan pasokan dari Depo Manggis, Karangasem. Itu yang menyebabkan adanya antrean atau tersendatnya BBM di sebagian besar SPBU,” ujar Sudiarta, ditemui usai memantau SPBU di wilayah Kota Singaraja, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan, penambahan pasokan dijadwalkan kembali dilakukan pada malam hari. Percepatan pengiriman tersebut diharapkan meningkatkan ketersediaan BBM sehingga distribusi dapat kembali normal sesuai target.

Sudiarta menyebut Pertamina telah menjamin ketersediaan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali, termasuk Kabupaten Buleleng. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan untuk mencegah antrean semakin panjang.

“Yang paling penting sekarang, masyarakat jangan memborong dan jangan panik. Ini mungkin terjadi karena ada gangguan dari sisi pasokan distribusi,” tandasnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan BBM di Bali melalui kedatangan kapal pengangkut yang membawa 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan. Penyaluran dari terminal ke SPBU juga dioptimalkan setelah kapal bersandar.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad.

Menurut Ahad, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 14 dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.

Sejalan dengan jadwal tersebut, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU. Evaluasi kebutuhan juga dilakukan berdasarkan perkembangan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami