Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Desak Pertamina Percepat Distribusi BBM, 92 SPBU Jadi Prioritas

Rabu, 14 Oktober 2026, 11:40 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Koster Desak Pertamina Percepat Distribusi BBM, 92 SPBU Jadi Prioritas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan tersebut disampaikan Koster saat menggelar rapat terbatas bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan jajaran terkait di Depot BBM PT Pertamina Patra Niaga, Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Rapat tersebut membahas kondisi pasokan dan kendala distribusi BBM di Bali sekaligus merumuskan langkah percepatan penanganan agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal. Seusai rapat, Koster bersama Simon meninjau fasilitas sandar dan bongkar muat kapal tanker BBM di Pelabuhan Benoa.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menekankan pentingnya kelancaran distribusi BBM dari terminal penyimpanan menuju SPBU. Menurutnya, ketersediaan pasokan harus diimbangi sistem distribusi yang efektif agar masyarakat tidak perlu mengantre terlalu lama.

Berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Bali dipastikan mencukupi kebutuhan hingga dua pekan ke depan. Pasokan tambahan juga akan dikirim secara bertahap.

“Yang pertama ingin saya pastikan, ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan tersedia dan akan terus datang secara bertahap,” tegasnya.

Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Bali

Pertamina melaporkan kapal tanker yang membawa pasokan BBM telah tiba di Terminal BBM Manggis dan Pesanggaran pada Selasa (13/10/2026).

Pasokan Pertalite yang tiba mencapai 19,2 juta liter atau diperkirakan mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari. Sementara itu, tambahan Pertamax sebanyak 3 juta liter diperkirakan memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.

Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 15, 16, dan 17 Oktober 2026, dengan tambahan Pertalite sebanyak 25 juta liter. Pasokan Pertamax juga akan diperkuat melalui kedatangan kapal berikutnya.

Pengiriman bertahap tersebut diharapkan menjaga kesinambungan pasokan selama proses pemulihan distribusi berlangsung.

92 SPBU Denpasar dan Badung Jadi Prioritas

Untuk mempercepat penanganan antrean, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina memprioritaskan pemulihan distribusi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kedua wilayah tersebut memiliki aktivitas dan kebutuhan BBM tinggi serta mengalami antrean panjang di sejumlah SPBU.

Sebanyak 92 SPBU menjadi fokus percepatan pelayanan, terdiri atas 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung.

Pertamina menyiapkan operasional SPBU selama 24 jam secara bertahap setelah kesiapan tenaga kerja dan sarana pendukung terpenuhi. Fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM di Manggis dan Pesanggaran juga dioptimalkan agar beroperasi selama 24 jam untuk memperlancar penyaluran pasokan.

Selain itu, Pertamina menambah armada mobil tangki pengangkut BBM dari sekitar 90 unit menjadi 105 unit. Penambahan 15 armada ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan frekuensi pengiriman dari terminal BBM menuju SPBU, terutama di wilayah yang mengalami kendala distribusi.

Koster juga mengoordinasikan dukungan Polda Bali untuk mengawal mobil tangki BBM menuju SPBU. Pengawalan diharapkan memperlancar pergerakan armada, mempersingkat waktu tempuh, dan mempercepat penyaluran BBM ke lokasi yang membutuhkan.

Koster Minta Semua Pihak Bertanggung Jawab

Koster menegaskan, penyelesaian persoalan distribusi BBM membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh pihak sesuai kewenangan masing-masing. Gangguan distribusi dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, pekerja transportasi, pelaku usaha, dan sektor pariwisata Bali.

“Ini bukan hanya urusan Pertamina atau satu instansi saja. Ini urusan kita bersama. Kalau kita saling melempar tanggung jawab, masyarakat yang akan kesulitan. Karena itu, kita selesaikan bersama-sama dan kita tuntaskan demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelancaran pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk energi, mengingat Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Persoalan distribusi yang terjadi saat ini, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat perencanaan, kesiapan operasional, dan sistem pengelolaan distribusi BBM agar kejadian serupa dapat diantisipasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas ketidaknyamanan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.

Simon menjelaskan, salah satu kendala distribusi dipengaruhi gangguan dalam proses bongkar muat kapal tanker akibat persoalan pada jangkar kapal. Kondisi tersebut menyebabkan jadwal yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 tertunda hingga sekitar pukul 22.00.

Pertamina, lanjutnya, bertanggung jawab meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah penanganan yang disiapkan meliputi penguatan pasokan, percepatan pengiriman BBM, penambahan armada dan tenaga operator, serta optimalisasi jam operasional SPBU.

Selain di Denpasar dan Badung, Pertamina merencanakan penerapan pelayanan SPBU selama 24 jam di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari berikutnya. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan operasional dan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Pertamina juga akan terus memantau distribusi dan perkembangan antrean di lapangan untuk mengevaluasi efektivitas penanganan serta menentukan waktu pengembalian jam operasional SPBU ke kondisi normal setelah distribusi stabil.

Koster mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pengisian secara bersamaan apabila belum mendesak karena penumpukan kendaraan dapat memperpanjang antrean dan menghambat pelayanan di SPBU.

Pemerintah Provinsi Bali akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memantau perkembangan penanganan di lapangan.

“Yang terpenting, kebutuhan masyarakat harus terpenuhi. Kita pastikan pasokannya tersedia, distribusinya dipercepat, dan pelayanan diperbaiki. Kita bekerja bersama-sama agar kondisi ini segera normal dan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami