Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sutjidra Larang Warga Bawa Jeriken Saat Antre BBM, Kecuali Kendaraan Mogok

Rabu, 14 Oktober 2026, 13:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sutjidra Larang Warga Bawa Jeriken Saat Antre BBM, Kecuali Kendaraan Mogok.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengimbau masyarakat tidak membawa jeriken atau botol untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

Pengecualian diberikan bagi warga yang kendaraannya mogok dan membutuhkan BBM untuk melanjutkan perjalanan.

Sutjidra menyampaikan imbauan tersebut saat ditemui pada Rabu (14/10/2026). Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena pasokan untuk Bali dipastikan mencukupi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan pemantauan Pemerintah Kabupaten Buleleng, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terjadi. Namun, pasokan BBM dipastikan tetap tersedia, termasuk dengan adanya pengiriman tambahan dari Pertamina setelah 15 Oktober 2026.

“Pasokan BBM di seluruh Bali sudah dipastikan mencukupi sampai tanggal 15. Setelah tanggal 15, ada lagi kirimqn pasokan dari Pertamina. Sehingga ke depan pasokan BBM untuk Bali tetap terjaga,” ujarnya.

Di tengah antrean yang belum sepenuhnya terurai, Sutjidra meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah ini dinilai penting agar ketersediaan bahan bakar tetap terjaga dan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengisi kendaraan.

Ia secara khusus mengingatkan warga agar tidak membawa jeriken maupun botol untuk menampung BBM, kecuali dalam kondisi tertentu seperti kendaraan mogok.

“Jangan sampai nanti membawa jeriken atau botol-botol, kecuali kalau kendaraannya mogok,” tegasnya.

Layanan Darurat di Buleleng Tetap Normal

Sutjidra memastikan antrean dan keterbatasan pasokan BBM sejauh ini belum mengganggu pelayanan publik yang bersifat darurat. Layanan ambulans dan pengangkutan sampah, misalnya, masih berjalan normal.

Menurutnya, kendaraan operasional untuk pelayanan publik telah memiliki jadwal pengisian BBM sehingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berlangsung meskipun antrean masih terjadi di sejumlah SPBU.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina untuk mengatasi antrean dan menjaga kelancaran distribusi BBM di sejumlah wilayah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami