Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BBM Langka, Dokter Anak di Karangasem Jalan Kaki 7 Kilometer

Kamis, 15 Oktober 2026, 18:27 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BBM Langka, Dokter Anak di Karangasem Jalan Kaki 7 Kilometer.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Karangasem, Bali, tak menyurutkan dedikasi dr. Ni Wayan Kurnia Wati, M.Biomed., Sp.A, dalam melayani pasien. 

Dokter spesialis anak di RSUD Karangasem tersebut rela berjalan kaki sejauh tujuh kilometer dari rumahnya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, demi memastikan pelayanan medis tetap berjalan.

Dokter yang telah mengabdi di RSUD Karangasem sejak 2015 itu memilih berjalan kaki daripada menghabiskan waktu mengantre BBM. Langkah tersebut dilakukan agar ia dapat segera tiba di rumah sakit untuk melakukan visite pasien.

"Daripada nunggu antrean bensin, lebih cepat sampai kalau jalan kaki," ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Keputusan dr. Kurnia Wati menjadi gambaran dedikasi tenaga kesehatan di tengah kendala ketersediaan BBM. Meski harus menempuh jarak cukup jauh dengan berjalan kaki, ia tetap berupaya menjalankan tanggung jawab profesionalnya untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gusti Lanang Udiyana, mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan dr. Kurnia Wati. Menurutnya, sikap tersebut dapat menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk tetap bersemangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dedikasi dokter Kurnia, semoga bisa menjadi inspirasi bagi nakes yang lain," kata Udiyana.

Di sisi lain, kelangkaan BBM mulai berdampak terhadap aktivitas pelayanan di RSUD Karangasem. Udiyana mengungkapkan, jumlah kunjungan pasien mengalami penurunan. Sejumlah pegawai juga terlambat datang ke rumah sakit karena harus mengantre BBM.

Meski demikian, pelayanan rujukan pasien masih berjalan aman. Ketersediaan BBM untuk kendaraan ambulans hingga saat ini juga masih mencukupi, meskipun operasionalnya sedikit terganggu akibat situasi tersebut.

Pihak rumah sakit tetap mewaspadai kemungkinan kelangkaan BBM berlangsung lebih lama. Jika kondisi ini terus berlanjut, aktivitas tenaga kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat berpotensi ikut terdampak.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami