Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Urai Antrean Motor, Pertamina Salurkan BBM Jeriken
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertamina menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken langsung ke tangki sepeda motor untuk membantu mengurai antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Badung, Bali.
Langkah darurat ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepada pengendara sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas akibat antrean kendaraan di tengah krisis pasokan BBM.
Salah satu lokasi penyaluran berada di SPBU 54.801.15 Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, tepat di samping Kampus STIKOM Bali. Program tersebut mulai berjalan sejak Kamis (15/10/2026) dan menyasar sekitar 9 hingga 11 SPBU yang mengalami antrean panjang dan kemacetan parah.
Sejumlah titik penyaluran di antaranya SPBU kawasan Bandara, Renon, Hayam Wuruk, Gatot Subroto, Nangka, dan Jimbaran.
Perwakilan agen resmi Pertamina Cabang Area Bali, Irwanto, menjelaskan penyaluran BBM dilakukan menggunakan armada mobil yang mulai bergerak pukul 09.00 Wita. Di SPBU Renon, dua armada dikerahkan dengan membawa masing-masing 195 jeriken dan sekitar 160 jeriken.
Setiap jeriken berisi 3 liter BBM. Penyaluran dilakukan langsung kepada pengendara sepeda motor yang mengantre di SPBU.
"Khusus antrean sepeda motor dan harus dituang langsung, tidak boleh dibawa pulang dan mobil tidak boleh," tegas Irwanto.
Pembatasan tersebut diberlakukan khusus bagi pengendara roda dua karena antrean sepeda motor menjadi salah satu yang terpanjang. Banyak di antaranya merupakan ibu rumah tangga. Kebijakan ini juga menjadi upaya untuk mencegah pembelian oleh pengecer liar.
Irwanto menambahkan, penyaluran BBM bantuan tersebut tidak memiliki jadwal operasional yang kaku. Pelaksanaannya menyesuaikan kondisi antrean di lapangan melalui koordinasi di bawah Sales Branch Manager (SBM) Area Bali.
Meski penyaluran menggunakan jeriken membantu mempercepat pelayanan, antrean sepeda motor di sejumlah SPBU masih terlihat panjang. Bagi pengemudi ojek online (ojol), tambahan pasokan tersebut cukup membantu, tetapi keterbatasan BBM tetap memengaruhi aktivitas mencari nafkah.
Komang Sudarmaja, mitra pengemudi Gojek paruh waktu asal Karangasem yang tinggal di Denpasar, mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mendapatkan 3 liter bensin di posko bantuan SPBU Renon. BBM tersebut dibayar dengan harga normal sebesar Rp30.000.
Waktu tunggu itu jauh lebih singkat dibandingkan pengalamannya sehari sebelumnya di kawasan lain.
"Kemarin paling lama antri tiga jam dibatasi Rp30.000 di Bypass Ida Bagus Mantra, Ketewel. Selama krisis ini baru tiga kali ikut antrean," ungkap Komang.
Di tengah permintaan penumpang yang ramai, keterbatasan bahan bakar membuat Komang harus lebih selektif menerima pesanan. Ia memilih mengambil perjalanan dengan jarak maksimal sekitar 2 kilometer untuk menghemat sisa bensin di tangki sepeda motornya.
Menurut Komang, tarif layanan ojek online memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan tersebut tidak otomatis meningkatkan pendapatan bersih karena biaya operasional turut membengkak.
Selama krisis BBM berlangsung, aplikator juga memberikan kelonggaran kepada mitra pengemudi untuk membatalkan pesanan tanpa terkena sanksi pemutusan akun atau suspend.
Para pengemudi transportasi daring berharap pasokan BBM segera kembali normal. Kelangkaan bahan bakar dinilai sangat memengaruhi keberlangsungan pekerjaan mereka, terutama pengemudi penuh waktu yang menggantungkan seluruh pendapatan dari aktivitas di jalan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4412 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2072 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1955 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1602 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1444 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan