Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Stok Pertamax di Buleleng Tersisa 7.000 Liter, Antrean SPBU Masih Mengular

Jumat, 16 Oktober 2026, 19:17 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Stok Pertamax di Buleleng Tersisa 7.000 Liter, Antrean SPBU Masih Mengular.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Buleleng, Bali, tersisa sekitar 7.000 liter dari kondisi normal 132.000 liter. Terbatasnya pasokan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Berdasarkan pantauan di SPBU Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Jumat, ketersediaan Pertamax terlihat kosong. SPBU tersebut hanya melayani pembelian Dexlite dan Pertalite untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular sejak pagi.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisdagperinkopUKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pasokan Pertamax saat ini jauh di bawah kondisi normal.

Sementara itu, pasokan Pertalite baru mencapai sekitar 63 persen dari kondisi normal sebesar 349.000 liter. Keterbatasan pasokan kedua jenis BBM tersebut membuat ketersediaan bahan bakar di sejumlah SPBU belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sudiarta menjelaskan, pada awal terjadinya keterbatasan pasokan, distribusi sempat dipercepat dengan perkiraan kondisi akan kembali normal dalam dua hingga tiga hari. Namun, hingga kini pasokan BBM yang diterima Buleleng masih belum sesuai kebutuhan.

“Kami tetap meminta penambahan pasokan. Informasi dari Pertamina, mereka sedang berupaya memaksimalkan pasokan ke daerah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU untuk memantau perkembangan distribusi BBM. Tim DisdagperinkopUKM juga telah dua kali turun ke lapangan untuk memantau 21 SPBU, termasuk memeriksa ketersediaan stok dan pola pembelian masyarakat.

Di tengah keterbatasan pasokan, Pemkab Buleleng meminta agar kendaraan operasional kedaruratan tetap mendapatkan prioritas selama stok BBM masih tersedia. Koordinasi dengan aparat di lapangan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kericuhan akibat antrean panjang.

“Hal ini sudah kami komunikasikan. Kendaraan operasional kedaruratan harus diutamakan selama stok BBM masih ada,” jelasnya.

Sudiarta mengimbau masyarakat untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU tujuan sebelum memutuskan mengantre. Langkah tersebut diharapkan dapat menghindarkan warga dari antrean panjang di SPBU yang ternyata telah kehabisan stok.

Pemkab Buleleng berharap Pertamina segera menambah pasokan, khususnya Pertamax dan Pertalite, agar distribusi BBM kembali mendekati kondisi normal dan antrean kendaraan berangsur berkurang.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Pertamina agar pasokan ditambah,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami