Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Stok Pertamax di Buleleng Tersisa 7.000 Liter, Antrean SPBU Masih Mengular
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Buleleng, Bali, tersisa sekitar 7.000 liter dari kondisi normal 132.000 liter. Terbatasnya pasokan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Berdasarkan pantauan di SPBU Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Jumat, ketersediaan Pertamax terlihat kosong. SPBU tersebut hanya melayani pembelian Dexlite dan Pertalite untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular sejak pagi.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisdagperinkopUKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pasokan Pertamax saat ini jauh di bawah kondisi normal.
Sementara itu, pasokan Pertalite baru mencapai sekitar 63 persen dari kondisi normal sebesar 349.000 liter. Keterbatasan pasokan kedua jenis BBM tersebut membuat ketersediaan bahan bakar di sejumlah SPBU belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sudiarta menjelaskan, pada awal terjadinya keterbatasan pasokan, distribusi sempat dipercepat dengan perkiraan kondisi akan kembali normal dalam dua hingga tiga hari. Namun, hingga kini pasokan BBM yang diterima Buleleng masih belum sesuai kebutuhan.
“Kami tetap meminta penambahan pasokan. Informasi dari Pertamina, mereka sedang berupaya memaksimalkan pasokan ke daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU untuk memantau perkembangan distribusi BBM. Tim DisdagperinkopUKM juga telah dua kali turun ke lapangan untuk memantau 21 SPBU, termasuk memeriksa ketersediaan stok dan pola pembelian masyarakat.
Di tengah keterbatasan pasokan, Pemkab Buleleng meminta agar kendaraan operasional kedaruratan tetap mendapatkan prioritas selama stok BBM masih tersedia. Koordinasi dengan aparat di lapangan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kericuhan akibat antrean panjang.
“Hal ini sudah kami komunikasikan. Kendaraan operasional kedaruratan harus diutamakan selama stok BBM masih ada,” jelasnya.
Sudiarta mengimbau masyarakat untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU tujuan sebelum memutuskan mengantre. Langkah tersebut diharapkan dapat menghindarkan warga dari antrean panjang di SPBU yang ternyata telah kehabisan stok.
Pemkab Buleleng berharap Pertamina segera menambah pasokan, khususnya Pertamax dan Pertalite, agar distribusi BBM kembali mendekati kondisi normal dan antrean kendaraan berangsur berkurang.
“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Pertamina agar pasokan ditambah,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4416 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2072 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1956 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1604 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1444 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan