Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
22 Perupa Bali Pamerkan Karya di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 22 perupa dari Komunitas Insan Perupa Bali memamerkan karya seni rupa dalam pameran bertajuk Beauty In Freedom di Monkey Forest Art Gallery, Ubud, Kabupaten Gianyar.
Pameran yang berlangsung pada 14 Oktober hingga 14 November 2026 ini menjadi ruang bagi seniman untuk berekspresi sekaligus mengembangkan kualitas karya.
Ketua Komunitas Insan Perupa Bali, Ketut Ardana Maiyana, mengatakan pameran tersebut berangkat dari semangat kebersamaan para seniman untuk membangun wadah belajar, berkarya, dan melestarikan seni rupa, khususnya seni lukis dan karya dua dimensi.
"Komunitas ini lahir karena teman-teman perupa sangat antusias ingin menghimpun diri dalam sebuah wadah. Visi dan misi utama yang menyatukan kami di Insan Perupa Bali adalah keinginan kuat untuk terus belajar bersama, mengembangkan kapasitas, sekaligus melestarikan kesenian, khususnya pada ranah seni lukis dan karya-karya dua dimensi lainnya," ujar perupa asal Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar tersebut.
Ardana menjelaskan, tema Beauty In Freedom dipilih untuk mencerminkan kebebasan berekspresi yang menjadi karakter komunitas. Setiap seniman diberikan ruang untuk mempertahankan gaya dan karakter masing-masing tanpa harus menyeragamkan pendekatan artistik.
Keberagaman tersebut terlihat melalui karya dengan berbagai corak, mulai dari impresionisme yang menonjolkan kesan cahaya, aliran naturalisme yang mengangkat keindahan alam, hingga seni dekoratif dengan detail presisi dan warna berani.
Pameran ini juga menghadirkan eksplorasi medium yang tidak terbatas pada kanvas. Perupa Herman Kimong menyuguhkan karya instalasi menggunakan material kayu, batu, dan besi. Sementara itu, Sang Made Budiasa, perupa asal Banjar Silungan, Desa Lodtunduh, Ubud, menampilkan lukisan yang dibuat menggunakan teknik bakar di atas kanvas.
Keikutsertaan 22 perupa lintas generasi menjadi kekuatan utama pameran ini. Mereka adalah A Maiyana, Md Teresna, Wy Sudirta, Suartana, Kesuma T, Agung Adi, Ardika, Dw Ardana, GN Wijana, Kesuma Jaya, Wy Merta, SM Budiasa, Wy Sudiarta, Wy Artana, Artha Wijaya, Md Tinggal, Md Warjana, Kt Subarya, Gst Astawa, Herman K, Md Saryana, dan Sudarsana.
Ardana berharap pameran reguler tersebut dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas karya para anggota. Dengan adanya ruang untuk menampilkan karya, para perupa diharapkan semakin siap memperluas jangkauan pameran ke berbagai ruang seni dan ajang bergengsi lainnya.
"Harapan kami ke depan, kehadiran komunitas ini benar-benar bisa memacu peningkatan kualitas karya. Dengan adanya wadah pameran reguler seperti ini, kami memiliki ruang evaluasi untuk menantang diri sendiri, sehingga para perupa di sini siap memperkenalkan karya mereka lebih jauh lagi di berbagai ruang seni dan pameran bergengsi lainnya," tutup Ardana penuh optimisme.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4443 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2087 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1985 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1623 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1462 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan