Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 19 Oktober 2026
Tak Sekadar Perhiasan, Ini Makna Batu Permata dalam Ratna Sastra
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ada satu cabang ilmu pengetahuan Veda yang membahas khusus mengenai batu permata (batu mulia), namanya Ratna Sastra. Ratna Sastra tidak terdiri atas hanya satu buku atau satu kitab, tetapi satu cabang pengetahuan esoterik Veda yang berada dalam satu rumpun dengan Jyotisa Sastra (ilmu perbintangan).
Setiap batu mulia memiliki tingkat kekerasan yang berbeda. Anda bisa membeli sebuah alat pengukur kekerasan batu permata dan bisa menentukan apakah batu itu asli atau palsu.
Batu permata yang asli sangat mahal harganya. Orang awam sering bertanya mengapa ada manusia yang getol mengoleksi batu permata. Faktanya, batu permata memiliki nilai setara emas, bahkan lebih tinggi sehingga bisa dipakai untuk pelindung aset walaupun tidak selikuid emas. Bahkan, batu permata asli memiliki sertifikat keaslian seperti halnya emas.
Menurut ilmu Jyotisa Sastra, batu permata adalah simpul-simpul energi kosmik. Setiap batu permata dengan warna dan tingkat kekerasan berbeda mengandung energi elementer kosmik tertentu. Energi elementer ini tidak bisa dideteksi oleh instrumen fisik, sebab energi ini berada dalam tataran tan-matra (elemen material halus), di antara dimensi fisik dan mental manusia. Karena itu, alat-alat fisik yang dirancang berdasarkan hukum-hukum fisika kontemporer belum dapat menjangkau energi elementer ini.
Beberapa instrumen yang sangat sensitif seperti teleskop James Webb, HAARP dan sejenisnya memang mampu mendeteksi energi elementer ini, sebab instrumen-instrumen itu dibuat dengan logam-logam mulia (emas, perak) serta disusun dengan presisi tingkat subatomik. Alat-alat seperti ini memiliki sensitivitas (daya halus) yang lebih tinggi sehingga bisa menjangkau energi elementer di luar spektrum biasa. Sebenarnya, banyak temuan dari alat-alat itu yang tidak dipublikasi luas, tetapi disimpan dalam arsip super rahasia karena akan menyebabkan kehebohan publik.
Baca juga:
Keris Pusaka dan Batu Permata Raib
Batu Permata Utama
Ada sembilan batu permata yang paling utama yang disebut sebagai navaratna. Kesembilan batu permata itu adalah koral (terutama yang merah darah), biduri bulan, rubi (mirah delima), zamrud (emerald), safir kuning, berlian, safir biru, gomed (hesonit), dan ametis (kecubung). Kesembilan batu permata ini mengandung energi elementer dari sembilan planet.
- Batu koral merah mengandung energi matahari (Aditya);
- Biduri bulan atau mutiara mengandung energi bulan (Soma);
- Rubi atau mirah delima mengandung energi Mars (Anggara);
- Zamrud mengandung energi Merkurius (Budha);
- Safir kuning mengandung energi Jupiter (Wrhaspati);
- Berlian (intan) mengandung energi Venus (Sukra);
- Safir biru mengandung energi Saturnus (Saniscara);
- Gomed dan kecubung mengandung energi Kala Rahu dan Ketu.
Aturan Memakai Permata
Tidak semua batu permata cocok untuk semua orang. Janganlah berpikir bahwa dengan mengoleksi dan memakai semua batu permata itu, Anda akan memiliki energi semua planet dan menjadi kuat seperti Thanos. Menurut Ratna Sastra, setiap permata harus dicocokkan dengan diagram kelahiran seseorang.
Dalam setiap diagram kelahiran—siapa pun itu, terdapat beberapa jenis planet yang memengaruhi kehidupannya. Sebelum seseorang menentukan prediksi kehidupan, dia harus mengecek jenis-jenis planet ini dalam diagram kelahiran. Pertama, dia harus menentukan mana planet yang kuat dan planet yang lemah. Kemudian, dia harus menentukan apakah suatu planet memberikan efek kemujuran (sugama) atau kesialan (durgama).
Dengan demikian, dalam setiap diagram kelahiran seseorang akan ada formasi planet sebagai berikut:
- kuat dan mujur (paling menentukan nasib baik orang itu)
- Kuat dan buruk (paling menyebabkan kesialan dalam hidup seseorang)
- Lemah dan mujur (memberi nasib baik tetapi tidak maksimal)
- Lemah dan buruk (mengurangi efek nasib buruk seseorang)
- Maraka (satu planet yang akan menyebabkan orang itu meninggal)
Misalnya, seseorang memiliki planet Jupiter yang lemah dalam diagram kelahirannya. Namun, posisi Jupiter ternyata menjadi planet yang membawa kesialan dalam hidupnya. Maka, orang ini sama sekali tidak boleh memakai permata safir kuning. Safir kuning hanya akan memperpendek usianya dan membuat nasibnya jadi buruk.
Itulah sebabnya, beberapa orang yang mengoleksi batu permata dan gemar memakainya ke mana-mana bisa terkena sakit atau sial, sementara orang lain yang memakai permata yang sama justru bisa sehat dan murah rezeki.
Contoh kasus lain, seorang pria memiliki planet Merkurius yang buruk di diagram kelahirannya. Karena pengaruh buruk Merkurius, pria ini selalu mengalami lelah mental dan sariawan terus-menerus. Untuk kasus ini, dia sebaiknya tidak memakai batu zamrud karena zamrud akan membuat energi merkurius dalam kehidupannya meningkat dan justru memperburuk keadaannya.
Jadi, memakai batu permata sembarangan bisa berakibat kurang baik dalam kehidupan Anda. Pilih dan pakailah batu permata sesuai dengan diagram kelahiran Anda dan pada hari yang tepat.
Kapan Memakai Batu Permata?
Batu permata tertentu juga dipakai di jari tertentu. Anda sama sekali tidak boleh memakai safir biru di telunjuk. Safir biru (indranila) adalah salah satu permata yang sangat kuat energinya. Bahkan, Batara Indra (raja para dewata di swargaloka) sangat berhati-hati apabila akan memakai batu permata ini di jemari beliau.
Safir biru hanya boleh dipakai di jari tengah tangan kanan. Jari tengah adalah stana Saniscara, penguasa Saturnus yang mengatur karma seseorang. Jadi, berhati-hatilah jika Anda terbiasa mengacungkan salam jari tengah. Itu adalah penghinaan terhadap Batara Sani yang akan membuat nasib Anda sangat gelap dan sial.
Safir kuning hanya boleh dipakai di telunjuk tangan kanan, dan akan menjadi permata yang membawa keburukan jika Anda memakainya di jari tengah atau jari manis. Orang dengan sistem imun yang lemah biasanya disarankan memakai cincin safir kuning. Namun, Anda harus berkonsultasi dengan ahli Jyotisa sebelum memutuskan untuk memakai permata apa pun.
Safir kuning sama sekali tidak boleh ditempatkan di cincin bersama dengan batu berlian, karena energi kedua batu itu saling bertolak belakang. Berlian hanya bisa disandingkan dengan safir biru dan rubi (mirah delima). Jika Anda menambahkan berlian ke sebuah cincin bermata zamrud, maka Anda akan menjadi daya tarik bagi kaum pelangi, atau Anda sendiri akan memiliki kecenderungan pelangi.
Batu mata kucing dan kecubung juga hanya boleh dipakai di jari tengah. Berlian, mirah delima dan koral bisa dipakai hanya di jari manis, sedangkan cincin zamrud dan biduri bulan hanya boleh dipakai di kelingking. Batu biduri bulan dan mutiara samasekali tidak boleh dipakai di jari tengah karena akan menyebabkan tekanan mental dan emosi yang meledak-ledak bagi pemakainya. Biduri bulan dan mutiara masih bisa dipakai di telunjuk kanan sebagai alternatif.
Jadi, batu permata menurut Veda bukan hanya simbol kekayaan alam dan manusia, melainkan juga sebagai alat bantu untuk meningkatkan energi planet tertentu dalam kehidupan Anda sesuai dengan planet mana yang mujur di kelahiran Anda. Planet yang mujur di kelahiran satu orang belum tentu mujur bagi orang lain, sebab setiap orang memiliki diagram kelahiran yang berbeda-beda. Di sinilah Anda akan melihat kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan tubuh manusia yang berbeda-beda. Racun bagi satu orang bisa menjadi obat mujarab bagi orang lain.
Semoga bermanfaat.
Penulis
Ida Bagus Arya Lawa Manuaba
Praktisi Spiritual
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/opn
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4489 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2112 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2042 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1646 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1492 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan