Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




ICANN87 Digelar di Bali, Bahas Keamanan Internet Global

Senin, 19 Oktober 2026, 18:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/ICANN87 Digelar di Bali, Bahas Keamanan Internet Global.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) menggelar Pertemuan Umum Tahunan atau Annual General Meeting (AGM) 2026 di Bali pada 17–22 Oktober 2026. 

Pertemuan bertajuk ICANN87 ini mempertemukan komunitas internet dari berbagai negara untuk membahas keamanan internet, pengembangan Sistem Nama Domain (Domain Name System/DNS), serta penguatan tata kelola internet global.

ICANN87 menjadi pertemuan publik ICANN pertama yang diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini digelar bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi Bali.

Forum internasional tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah, pelaku industri, pakar teknis, dan organisasi masyarakat sipil. Berbagai pihak membahas isu strategis untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan interoperabilitas internet di tingkat global.

Upacara pembukaan (Welcome Ceremony) berlangsung pada Senin (19/10/2026), dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Dewan Direksi ICANN Tripti Sinha, Presiden dan CEO ICANN Kurtis Lindqvist, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.

Meutya Hafid Tekankan Kepercayaan Publik di Ruang Digital

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik seiring pertumbuhan internet dan perluasan partisipasi masyarakat di ruang digital.

“Memasuki dekade berikutnya, tanggung jawab kita bukan sekadar mengakomodasi pertumbuhan internet yang terus berlangsung, tetapi juga menjaga kepercayaan yang menjadikan internet bermakna. Konektivitas membuka ruang partisipasi, pertumbuhan menciptakan peluang, dan perlindungan membangun kepercayaan yang diperlukan untuk menjaga keduanya. Bagi Indonesia, tujuan kita bukan hanya menghadirkan lebih banyak masyarakat ke dunia digital, tetapi juga memastikan mereka dapat berpartisipasi dalam lingkungan digital yang mudah diakses, aman, dan relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Menurut Meutya, pengembangan konektivitas perlu diiringi perlindungan dan upaya membangun lingkungan digital yang aman serta dapat diakses masyarakat.

Ketua PANDI Isnawan Aslam menyebut penyelenggaraan ICANN87 di Indonesia sebagai tonggak penting dalam keterlibatan Indonesia di komunitas internet global. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga identitas digital nasional melalui pengelolaan domain .id.

“Menjadi tuan rumah ICANN87 merupakan tonggak penting bagi Indonesia sekaligus mencerminkan komitmen PANDI terhadap komunitas internet global. Bagi kami, mengelola domain .id bukan sekadar tanggung jawab teknis, tetapi juga komitmen untuk menjaga identitas digital bangsa. Kami percaya bahwa kepercayaan dibangun melalui rekam jejak yang terbukti, kinerja yang konsisten, dan tata kelola yang bertanggung jawab. Berbekal pengalaman yang dimiliki dan dengan terus memperkuat kapasitas, PANDI berkomitmen untuk memperkuat identitas digital Indonesia serta memastikan domain .id tetap aman, stabil, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan internet,” ujar Isnawan Aslam, Ketua PANDI.

ICANN Soroti Tata Kelola Internet Multipemangku Kepentingan

Ketua Dewan Direksi ICANN Tripti Sinha menyoroti peran model tata kelola internet multipemangku kepentingan (multistakeholder) dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan pengelolaan internet tetap adaptif terhadap perubahan.

“Peringatan sepuluh tahun transisi pengawasan fungsi IANA (Internet Assigned Numbers Authority) menunjukkan bagaimana model tata kelola ini mampu bertahan di tengah perubahan teknologi dan dinamika geopolitik. Kami terus membangun kepercayaan melalui tata kelola yang transparan, pengambilan keputusan yang tepat, serta pelaksanaan kebijakan yang efektif,” ujar Sinha.

Sementara itu, Presiden dan CEO ICANN Kurtis Lindqvist menekankan perlunya keterkaitan yang lebih kuat antara strategi, penentuan prioritas, penganggaran, dan implementasi agar proses kerja organisasi berjalan secara jelas dan transparan.

“Kita perlu memperkuat keterkaitan antara strategi, penentuan prioritas, penganggaran, dan implementasi, sehingga prosesnya menjadi lebih jelas dan transparan. Komunitas ICANN mengembangkan berbagai solusi, sementara organisasi ICANN harus mampu menerjemahkan solusi tersebut menjadi tindakan nyata yang efektif,” ujar Lindqvist.

ICANN Berikan Penghargaan kepada Hartmut Glaser

Dalam rangkaian pembukaan ICANN87, ICANN menganugerahkan Dr. Tarek Kamel Award for Capacity Building 2026 kepada Hartmut Glaser atas kontribusinya dalam pengembangan kapasitas tata kelola internet di tingkat lokal, regional, dan global.

Penghargaan dari Dewan Direksi ICANN tersebut diberikan atas sejumlah kontribusi Glaser, termasuk mendirikan dan memimpin Brazilian School on Internet Governance serta membantu pembentukan Latin American and Caribbean Internet Address Registry (LACNIC).

Penghargaan diserahkan oleh Tripti Sinha kepada Hartmut Glaser yang mengikuti acara secara daring.

Penghargaan ini diberikan untuk mengenang mendiang Dr. Tarek Kamel, salah satu tokoh pelopor internet, sekaligus mengapresiasi anggota komunitas ICANN yang aktif mengembangkan program peningkatan kapasitas sesuai dengan misi organisasi tersebut.

ICANN87 Bahas Penyalahgunaan DNS hingga Domain Baru

ICANN87 menghadirkan lebih dari 200 sesi diskusi dan pertemuan kerja yang membahas kebijakan serta prioritas teknis internet global.

Sejumlah agenda utama meliputi penanggulangan penyalahgunaan DNS (DNS Abuse), penguatan keamanan, stabilitas, dan keandalan Sistem Nama Domain (Domain Name System/DNS), serta perluasan pilihan nama domain melalui Program Domain Tingkat Atas Generik Baru (New Generic Top-Level Domains/gTLD Program).

Pertemuan yang berlangsung selama enam hari ini juga menjadi wadah penguatan model tata kelola internet multipemangku kepentingan. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah, sektor industri, komunitas teknis, dan kelompok masyarakat sipil bekerja sama dalam merumuskan kebijakan serta mengoordinasikan sistem pengenal unik internet, termasuk nama domain.

Selain membahas kebijakan dan persoalan teknis, peserta mengikuti diskusi mengenai peningkatan kapasitas dan pengembangan kepemimpinan. ICANN87 juga menjadi momentum dimulainya masa jabatan anggota baru Dewan Direksi ICANN.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami