Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bahlil Bantah Kuota BBM Bali Dipangkas 50 Persen

Senin, 19 Oktober 2026, 19:36 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bahlil Bantah Kuota BBM Bali Dipangkas 50 Persen.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah isu pemotongan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Provinsi Bali hingga 50 persen. Pemerintah justru meningkatkan target cadangan BBM di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil seusai rapat koordinasi penanganan gangguan distribusi BBM di Bali. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, serta Kepala BPH Migas.

Bahlil menjelaskan, gangguan pasokan yang sempat memicu antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disebabkan kendala teknis berupa keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa yang bersandar di Bali.

"Enggak ada kuota diturunkan. Kemarin itu karena keterlambatan kapal sandar, tapi kuotanya tidak dikurangi," tegas pejabat Fraksi Partai Golkar ini.

Kapal Pengangkut BBM Ditambah Jadi Tujuh

Untuk mempercepat pemulihan distribusi dan menjamin ketersediaan energi di Bali, pemerintah menginstruksikan Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM dari Jawa. Jumlah kapal yang sebelumnya tiga unit ditingkatkan menjadi tujuh unit.

Tambahan armada tersebut ditujukan untuk memperlancar pasokan ke dua fasilitas penampungan utama di Bali, yakni Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis.

Dengan langkah tersebut, cadangan BBM Bali yang sempat berada di kisaran 11–12 hari ditargetkan meningkat menjadi 15 hari. Bahlil menegaskan, cadangan itu merupakan pasokan bergulir (revolving) yang terus diisi untuk menjaga ketersediaan BBM.

Secara nasional, pemerintah juga menyatakan stok BBM berada pada level aman. Cadangan Pertalite nasional berada di kisaran 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya disebut bertahan di atas standar minimum nasional, yakni 20 hari.

Dirut Pertamina Minta Maaf soal Antrean BBM

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan distribusi yang sempat menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali.

Pertamina berkomitmen mengevaluasi manajemen distribusi secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul kendala logistik yang memengaruhi kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang sejumlah kebijakan untuk menstabilkan situasi di lapangan. Langkah tersebut meliputi penerapan work from home (WFH), pembelajaran daring, serta penyesuaian kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil-genap di SPBU hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut diterapkan bersama langkah teknis perbaikan distribusi untuk mengurai antrean dan menjaga kelancaran pelayanan BBM di Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami