Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Denpasar Jajaki Kerja Sama dengan Yunani untuk Tata Pesisir

Selasa, 20 Oktober 2026, 17:46 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Denpasar Jajaki Kerja Sama dengan Yunani untuk Tata Pesisir.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Kota Denpasar menjajaki kerja sama dengan Kota Piraeus, Yunani, untuk mengembangkan kawasan pesisir dan memperkuat pengelolaan maritim. Kerja sama ini diharapkan menjadi referensi dalam penataan kawasan pantai sekaligus mendukung rencana pengembangan Pelabuhan Benoa sebagai marina hub.

Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan pihak Yunani pada Selasa (20/10/2026).

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan Piraeus dipilih karena memiliki karakteristik yang dinilai relevan dengan Denpasar. Kedua kota memiliki kawasan pesisir dan pelabuhan yang berperan penting dalam mendukung aktivitas maritim serta perekonomian daerah.

Menurut Arya Wibawa, pengalaman Piraeus dalam mengelola pelabuhan dan aktivitas kapal pesiar dapat menjadi referensi bagi Denpasar, khususnya dalam mempersiapkan pengembangan Pelabuhan Benoa sebagai marina hub pada masa mendatang.

“Kota ini memiliki pantai dan pelabuhan yang cukup baik di dunia. Kondisi tersebut memiliki kesamaan dengan Kota Denpasar yang juga memiliki kawasan pesisir, serta rencana pengembangan Pelabuhan Benoa atau Pelindo sebagai marina hub oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Arya Wibawa menjelaskan, salah satu aspek yang menarik untuk dipelajari dari Piraeus adalah kapasitas pelabuhannya dalam melayani kapal pesiar berukuran besar. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkot Denpasar, pelabuhan tersebut mampu menampung sekitar 20 hingga 30 kapal pesiar berukuran besar dalam satu waktu.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi Denpasar dalam merancang pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dengan pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan pelabuhan.

Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah optimalisasi manfaat ekonomi dari kunjungan kapal pesiar, terutama bagi pelaku usaha lokal di sekitar pelabuhan. Sektor kuliner, restoran, dan usaha pendukung pariwisata dinilai memiliki peluang berkembang seiring meningkatnya aktivitas maritim dan arus kunjungan wisatawan.

Ia menuturkan, berdasarkan informasi dari Wali Kota Piraeus yang pernah berkunjung ke Denpasar, aktivitas kapal pesiar berukuran besar memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha di sekitar pelabuhan.

“Berdasarkan informasi dari Wali Kota Piraeus yang pernah berkunjung ke sini, kehadiran kapal-kapal pesiar besar dalam satu hari dapat membawa dampak positif bagi lingkungan ekonomi di sekitarnya. Restoran yang berada di kawasan pelabuhan juga berkembang cukup besar,” kata Arya Wibawa.

Pengalaman Piraeus tersebut dinilai dapat menjadi acuan bagi Denpasar dalam mengantisipasi peluang ekonomi apabila pengembangan Pelabuhan Benoa sebagai marina hub terealisasi.

Melalui peningkatan konektivitas maritim, Pemkot Denpasar berharap pengembangan pelabuhan dapat memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, usaha kuliner, dan perekonomian masyarakat. Meski demikian, potensi tersebut perlu didukung perencanaan yang matang dan tata kelola yang tepat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami