Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 20 Oktober 2026
Koster Tegaskan Psikotes Pejabat Bukan untuk Mencari Kesalahan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pelaksanaan psikotes terhadap seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memetakan karakter dan kompetensi pejabat secara lebih menyeluruh.
Psikotes tersebut berlangsung di Ruang Sidang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Lantai 4, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), Kampus Sudirman, Denpasar, Selasa (20/10/2026).
"Terima kasih telah mengikuti tes psikotes ini. Saya ingin mendapatkan gambaran profil karakteristik personal seluruh pejabat Eselon II," ujar Gubernur Bali.
Menurut Koster, penilaian melalui manajemen talenta selama ini masih memiliki bias dan tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi di lapangan. Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan para pejabat yang akan mengisi jabatan eselon II, III, dan IV. Penilaian untuk promosi jabatan selama ini hanya mengacu pada portofolio yang dinilai belum tentu menggambarkan kompetensi sebenarnya.
"Karena itu saya buat tes ini agar saya mendapatkan gambaran lebih personal yang lebih utuh. Saya ingin jabatan ini betul-betul diisi oleh kompetensi yang profesional dan kepemimpinan yang tepat," tegasnya.
Koster menekankan, pejabat eselon II memiliki peran penting sebagai pimpinan perangkat daerah yang membantu gubernur menjalankan program pemerintah di masing-masing instansi.
Ia menambahkan, karakter seseorang sangat memengaruhi perilaku. Dalam perspektif sosiologi, pengaruh tersebut dapat berdampak positif maupun negatif, bergantung pada karakter yang lebih dominan. Hal itu juga dinilai berpengaruh terhadap kinerja dan ekosistem lingkungan kerja.
Gubernur Bali memastikan hasil psikotes bersifat rahasia dan tidak akan disebarluaskan. Ia juga menegaskan pelaksanaan tes tersebut tidak secara otomatis berujung pada pencopotan jabatan.
"Hasilnya tidak disebarluaskan. Ini bukan berarti akan dicopot dari jabatan, meskipun saya dapat gambaran ke depannya kalau kinerjanya tidak bagus, apalagi ini Eselon II," jelasnya.
Lebih lanjut, Koster meminta seluruh pejabat meningkatkan kinerja dengan menjalankan program sesuai matriks yang telah ditetapkan serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
"Bukan hanya sistematis dalam bekerja, tapi memahami kinerja yang baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Harus lebih responsif dan lebih tepat dalam mengerjakan kebijakan ke depannya," imbuh Gubernur Bali.
Psikotes ini merupakan bentuk kerja sama Fakultas Kedokteran Unud dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemprov Bali untuk mendorong kesejahteraan kerja dan peningkatan kinerja ASN melalui pemetaan profil psikologis pejabat eksekutif.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 Wita tersebut diikuti 40 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4499 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2123 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2068 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1653 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1568 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan