Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Terima Hibah 11 Bus Listrik dan Enam Stasiun Pengisian Daya

Jumat, 23 Oktober 2026, 11:36 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Bali Terima Hibah 11 Bus Listrik dan Enam Stasiun Pengisian Daya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan 11 unit bus listrik Trans Sarbagita dan stasiun pengisian daya (charging station) hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026). 

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan energi bersih, khususnya di sektor transportasi.

Koster mengatakan, peluncuran bus listrik dan infrastruktur pengisian daya tersebut merupakan langkah nyata untuk mendukung kebijakan Bali Energi Bersih. Kebijakan ini mencakup upaya pengurangan penggunaan energi fosil sekaligus peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Di sektor hulu, Pemprov Bali mendorong pengembangan energi bersih melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas PLTS sebesar 1.000 megawatt untuk wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Proses perizinan pengembangan proyek tersebut saat ini masih berjalan dan diharapkan mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemprov Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Implementasi kebijakan tersebut sempat terkendala pandemi COVID-19, tetapi kini kembali didorong dalam periode kedua kepemimpinan Koster.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Melalui Proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas serta Global Green Growth Institute (GGGI) memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan enam unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemprov Bali.

Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan bodi bus diproduksi di Indonesia.

Koster menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ia juga berterima kasih kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus meningkat. Namun, peningkatan penggunaan kendaraan listrik roda dua dinilai masih belum maksimal.

Ia mengajak masyarakat Bali beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai karena dinilai lebih hemat, efisien, tidak bising, dan tidak menghasilkan emisi gas buang dari kendaraan.

Bappenas Harapkan Bali Jadi Percontohan Transisi Energi

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan Proyek Bali E-Mobility menjadi bukti kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi bersih.

Menurutnya, Bali dipilih sebagai lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Rachmat juga mengapresiasi komitmen Pemprov Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menilai upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga harus mencakup pengurangan pencemaran dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal tri hita karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep tri hita karana,” ungkap Pambudy.

Rachmat menilai filosofi Tri Hita Karana relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia maupun dunia melalui integrasi kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan pelestarian lingkungan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami