Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 24 Oktober 2026
HUT ke-25 Laskar Bali Shanti, Giri Prasta Ajak Anggota Jaga Kedamaian
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh anggota Laskar Bali Shanti menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri syukuran HUT ke-25 Laskar Bali Shanti di Wantilan Pendopo Sri Kesari Warmadewa, kawasan Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Jumat (23/10/2026).
Menurut Giri Prasta, perjalanan organisasi selama seperempat abad harus menjadi landasan untuk mematangkan karakter dan memperkuat kontribusi positif bagi masyarakat Bali. Ia menegaskan, kedamaian harus menjadi jati diri organisasi, sesuai dengan makna kata shanti yang berarti damai.
“Santi itu adalah damai. Apa pun yang terjadi, kita ingin tetap damai. Saya sangat mengapresiasi transformasi Laskar Bali Santi yang terus berproses menjadi organisasi yang mengedepankan kedamaian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wagub Giri Prasta.
Peringatan HUT ke-25 tersebut berlangsung melalui persembahyangan bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi. Giri Prasta juga mengapresiasi peserta yang hadir mengenakan pakaian persembahyangan tanpa atribut organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, hal tersebut memiliki makna spiritual karena setiap orang di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa hendaknya mengesampingkan ego dan kebesaran duniawi, serta mengutamakan ketulusan, persaudaraan, dan kedamaian.
Apresiasi Transformasi dan Pengabdian Laskar Bali Shanti
Giri Prasta mengapresiasi perjalanan Laskar Bali Shanti yang telah melewati berbagai fase perkembangan hingga mencapai usia 25 tahun. Transformasi menuju organisasi yang mengedepankan kedamaian dan pengabdian dinilai membutuhkan komitmen, kepemimpinan, serta kebesaran hati seluruh anggota.
Ia menilai keterlibatan organisasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, gotong royong, serta upaya menjaga keamanan lingkungan desa adat merupakan kontribusi positif yang perlu terus ditingkatkan.
Peran tersebut diharapkan memperkuat posisi Laskar Bali Shanti sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang aman, harmonis, dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan pengurus organisasi, khususnya Ajik Alit atau Anak Agung Ketut Suma Wedanta dan Ajik Suma atau Anak Agung Gede Agung Suma Widana, atas kebersamaan dan dukungan yang telah terjalin.
“Terima kasih kepada Ajik Alit, Ajik Suma, seluruh pengurus, dan semeton sami. Saya bisa berdiri seperti sekarang ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kebersamaan saudara-saudara semua,” ungkapnya.
Ia berpesan agar seluruh anggota senantiasa menjaga etika, bersikap rendah hati, dan memberikan teladan yang baik kepada masyarakat. Menurutnya, semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan.
Kebesaran organisasi, lanjutnya, tidak boleh melahirkan kesombongan, tetapi harus memperkuat kepedulian dan semangat pengabdian kepada sesama.
Giri Prasta: Bali Harus Tetap Menjadi Bali
Di tengah dinamika globalisasi dan meningkatnya mobilitas masyarakat, Giri Prasta mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan jati diri Bali.
Menurutnya, kecintaan terhadap Bali tidak cukup diwujudkan melalui rasa memiliki, tetapi harus disertai tindakan nyata yang bertanggung jawab, menghormati hukum, dan menjunjung tinggi keharmonisan sosial.
“Bali harus tetap menjadi Bali. Bukan hanya dalam bentuk fisiknya, tetapi juga dalam jiwanya; bukan hanya dalam simbol-simbolnya, tetapi dalam nilai-nilai hidup yang mengakar dalam keseharian kita,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa upaya menjaga Bali harus dilakukan dengan kecerdasan, bukan semata-mata mengedepankan emosi. Setiap tindakan perlu dilandasi etika, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Giri Prasta berharap Laskar Bali Shanti terus memelihara nilai-nilai perjuangan, adat, tradisi, budaya, dan kearifan lokal sebagai landasan organisasi. Ia juga mengajak seluruh anggota mengutamakan musyawarah, menjaga persaudaraan, serta membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara damai dan bertanggung jawab.
HUT ke-25 Diisi Donor Darah hingga Bantuan untuk Pemangku
Peringatan HUT ke-25 Laskar Bali Shanti juga diisi berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pada 3 Oktober 2026 melalui aksi donor darah dan pelepasan burung merpati sebagai simbol kepedulian kemanusiaan serta harapan akan kedamaian.
Selanjutnya, pada 18 Oktober 2026, bakti sosial dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali untuk memperkuat solidaritas dan semangat berbagi.
Dalam syukuran di kawasan Pura Agung Besakih, Laskar Bali Shanti menyerahkan paket kebutuhan pokok dan uang tunai kepada 33 pemangku di lingkungan Pura Agung Besakih.
Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta turut menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan dan pengabdian sosial.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan peringatan hari jadi organisasi tidak sekadar sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum meningkatkan kepedulian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sesepuh Ajak Anggota Lakukan Introspeksi Diri
Sesepuh sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Laskar Bali Shanti, Anak Agung Ketut Suma Wedanta atau Ajik Alit, mengajak seluruh anggota menjadikan HUT ke-25 sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat komitmen organisasi, dan merawat persaudaraan.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan selama seperempat abad perlu diiringi peningkatan kedewasaan, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga etika dan kesantunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban. Karena itu, seluruh anggota diharapkan tetap rendah hati, menjaga solidaritas, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Semangat persaudaraan yang telah terbangun selama 25 tahun diharapkan terus dipelihara sebagai kekuatan untuk memberikan kontribusi positif bagi Bali.
Wabup Karangasem Tekankan Persatuan
Wakil Bupati Karangasem Wayan Pandu Prapanca Lagosa turut menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap Laskar Bali Shanti terus mengambil peran positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan masyarakat Bali.
Semangat persaudaraan dalam organisasi diharapkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang mencerminkan hubungan harmonis antarmanusia, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya Bali.
Laskar Bali Shanti Diharapkan Menjadi Bagian dari Solusi
Giri Prasta mengajak keluarga besar Laskar Bali Shanti terus memperkuat semangat pengabdian dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, kedewasaan organisasi tidak hanya diukur dari usia dan jumlah anggota, tetapi juga dari kemampuannya menjaga ketertiban, merawat persaudaraan, menghormati hukum, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Perjalanan 25 tahun Laskar Bali Shanti diharapkan menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang semakin matang, solid, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, dengan menjunjung tinggi nilai kedamaian, persatuan, dan kearifan lokal demi mewujudkan Bali yang aman, harmonis, dan ajeg.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5480 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4571 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2471 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2168 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2164 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan