Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
130,5 Hektare Lahan Sawah di Jembrana Terdampak Kekeringan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali. Berdasarkan pemutakhiran data per 20 Agustus 2026, luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan telah mencapai 130,5 hektare.
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan tanaman padi. Komoditas jagung juga mulai terdampak, terutama di wilayah Kecamatan Pekutatan.
Data Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana menunjukkan, lahan pertanian yang terdampak kekeringan tersebar di lima kecamatan, yakni Negara, Jembrana, Melaya, Mendoyo dan Pekutatan.
Mayoritas lahan terdampak merupakan areal tanaman padi. Kondisi tersebut terjadi seiring semakin terbatasnya pasokan air untuk memenuhi kebutuhan pengairan persawahan.
Di sejumlah lokasi, petani terpaksa mengatur distribusi air secara bergiliran. Sumber air yang masih tersedia terus dimanfaatkan untuk mempertahankan tanaman, termasuk dengan mengandalkan sumur bor.
Namun, keterbatasan air membuat tidak seluruh areal persawahan dapat memperoleh pengairan secara maksimal. Dalam data terbaru, terdapat tanaman padi yang telah mengalami puso, sementara sebagian lainnya masih berupaya dipertahankan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan terus memantau perkembangan kondisi lahan serta tanaman yang terdampak kekeringan. Optimalisasi sumber air yang masih tersedia juga dilakukan untuk membantu petani menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Putu Eka Arta, mengatakan pemantauan terhadap lahan terdampak akan terus dilakukan seiring kondisi kemarau yang masih berlangsung.
"Petani juga diimbau berkoordinasi dalam mengatur pola tanam dan penggunaan sumber air. Langkah tersebut diperlukan agar pasokan air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," katanya.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, luas lahan pertanian terdampak kekeringan di Jembrana masih berpotensi bertambah. Pemerintah daerah akan terus memperbarui data sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan