Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
52 Kucit Raib dari Kandang Peternak di Bangli, Kerugian Capai Rp52 Juta
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sebanyak 52 ekor anakan babi (kucit) dilaporkan hilang dari kandang milik peternak I Gede Suardanta (43), warga Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp52 juta.
Kasus pencurian ini baru diketahui pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan rekaman kamera CCTV yang terpasang di lokasi, pelaku diduga lebih dari satu orang.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta membenarkan adanya laporan kehilangan puluhan anakan babi tersebut. Ia menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh Marselinus Emping (28), buruh peternakan asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang sehari-hari bertugas membersihkan serta merawat ternak milik korban.
Pada Senin pagi, saksi datang ke kandang untuk membersihkan area peternakan sekaligus memberi pakan ternak. Namun setibanya di lokasi, ia terkejut melihat jumlah anakan babi di setiap kandang berkurang drastis.
Setelah dilakukan pengecekan di seluruh kandang, diketahui sebanyak 52 ekor anakan babi telah hilang. Sebelum kejadian, masing-masing kandang diketahui berisi sekitar 18 ekor anakan babi. Seluruh ternak yang hilang merupakan babi bibit dengan usia rata-rata lebih dari dua bulan.
Saksi kemudian berupaya menghubungi pemilik peternakan. Namun saat itu korban masih disibukkan dengan rangkaian upacara pernikahan anaknya sehingga belum sempat datang ke lokasi.
Korban baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 Wita. Setelah memastikan jumlah ternak yang hilang, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
"Pelaku diduga masuk ke areal kandang lewat pintu yang tidak terkunci kemudian mengambil anakan babi," ungkap Kapolsek.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pencurian. Rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi peternakan menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
Kasus pencurian ternak ini menjadi perhatian warga Bangli mengingat jumlah anakan babi yang hilang cukup banyak dan memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bibit ternak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan