Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Anjing Positif Rabies Gigit 5 Warga, Vaksinasi di Jembrana Diperluas
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana memperluas pelaksanaan vaksinasi darurat terhadap hewan penular rabies (HPR) di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara. Langkah ini dilakukan setelah hasil uji laboratorium memastikan seekor anjing yang sebelumnya menggigit lima warga dinyatakan positif rabies.
Sebelumnya, vaksinasi hanya difokuskan pada radius tiga kilometer dari lokasi ditemukannya kasus. Namun, untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies, petugas kini menyasar seluruh wilayah Banjar Tangi.
Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh Ni Nyoman Citra Susilawati, mengatakan perluasan cakupan vaksinasi merupakan upaya pencegahan agar penyebaran rabies tidak meluas ke lingkungan sekitar.
"Vaksinasi kami perluas ke seluruh Banjar Tangi. Pelaksanaannya belum selesai dan akan dilanjutkan kembali pada Senin mendatang," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Vaksinasi darurat tersebut merupakan tindak lanjut setelah Balai Besar Veteriner Denpasar mengeluarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan sampel otak anjing pelaku gigitan positif mengandung virus rabies.
Pada pelaksanaan vaksinasi, Jumat (3/7/2026), petugas berhasil memberikan vaksin kepada 62 ekor hewan penular rabies, yang terdiri dari 24 ekor anjing dan 38 ekor kucing. Sebelumnya, sebanyak 50 ekor HPR juga telah divaksin, yakni 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing.
Citra menjelaskan, populasi anjing di Desa Tegal Badeng Timur diperkirakan mencapai 327 ekor, sedangkan jumlah populasi kucing masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Hingga awal Juli 2026, Kecamatan Negara menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus rabies yang cukup tinggi di Kabupaten Jembrana. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tercatat 15 kasus positif rabies yang tersebar di beberapa desa.
Rinciannya meliputi Desa Banyubiru sebanyak lima kasus, Desa Baluk tiga kasus, Desa Berangbang tiga kasus, Desa Loloan Barat satu kasus, Desa Banjar Tengah satu kasus, Desa Tegal Badeng Timur satu kasus, serta Desa Lelateng satu kasus. Sementara itu, estimasi populasi hewan penular rabies di Kecamatan Negara mencapai sekitar 8.188 ekor.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran rabies. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies atau mengalami gigitan dari anjing maupun hewan penular rabies lainnya agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5664 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan