Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Balap Jukung Layar Meriahkan Festival Budaya Masjid Pantai Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lomba Balap Jukung Layar kembali menjadi daya tarik utama dalam Festival Budaya Masjid Pantai 2026 yang digelar di kawasan Pesisir Pantai Masjid, Kabupaten Jembrana. Puluhan jukung tradisional dengan layar berwarna-warni memadati perairan dan menyuguhkan adu kecepatan yang menarik perhatian ratusan warga maupun wisatawan, Minggu (26/7/2026).
Perlombaan ini menjadi salah satu agenda yang paling dinanti dalam festival tahunan tersebut. Para peserta ditantang menaklukkan lintasan sepanjang kurang lebih enam kilometer dengan hanya mengandalkan kekuatan angin serta kemampuan membaca arah arus laut.
Baca juga:
Pelestarian Tradisi Masyarakat Pesisir, Puluhan Peserta Ikuti Lomba Jukung Layar Bupati Cup
Selain kecepatan, ketepatan dalam mengatur arah layar menjadi faktor penentu untuk mencapai garis finis lebih dulu. Kondisi tersebut membuat setiap peserta harus memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengendalikan perahu layar tradisional.
Meski berlangsung meriah, jalannya perlombaan tidak lepas dari tantangan. Gelombang laut yang cukup tinggi dan arah angin yang berubah-ubah membuat peserta harus bekerja keras menjaga keseimbangan sekaligus mempertahankan laju jukung.
Salah seorang peserta, Edi Purnomo, mengaku cuaca menjadi tantangan terbesar selama mengikuti perlombaan.
"Yang paling berat itu angin dan ombak. Angin harus cukup kuat untuk mendorong layar, sementara ombak di tengah laut juga lumayan besar. Tapi justru itu tantangannya dan membuat lomba ini semakin seru," ujarnya.
Lomba Balap Jukung Layar tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain nelayan asal Desa Air Kuning dan Kelurahan Gilimanuk, sejumlah peserta juga datang dari wilayah pesisir Banyuwangi, Jawa Timur.
Kehadiran peserta lintas daerah tersebut tidak hanya menambah semarak kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat pesisir Bali dan Jawa yang memiliki tradisi maritim yang kuat.
Lebih dari sekadar perlombaan, Balap Jukung Layar menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya bahari yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui kegiatan ini, generasi muda diperkenalkan pada keterampilan membaca arah angin, memahami arus laut, hingga teknik mengendalikan perahu layar tradisional.
Festival Budaya Masjid Pantai juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ramainya pengunjung membawa berkah bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga sektor pariwisata di kawasan pesisir Jembrana.
Masyarakat berharap Festival Budaya Masjid Pantai beserta Lomba Balap Jukung Layar dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai upaya menjaga tradisi bahari sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Jembrana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan