Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
BPBD Bangli Waspadai Karhutla di Kintamani
BERITABALI.COM, BANGLI.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kintamani. Ancaman tersebut diantisipasi seiring memasuki periode musim kering yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Kawasan hutan di Kecamatan Kintamani menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau. Rumput dan semak yang kering dinilai mudah terbakar apabila terkena percikan api.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kering diperkirakan berlangsung mulai Agustus hingga September dan berpotensi meluas hingga awal Oktober. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla perlu ditingkatkan.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bangli, I Ketut Agus Sutapa, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama musim kemarau.
"Kesiapan tersebut mencakup armada tangki serta penguatan jaringan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah yang rawan," ungkapnya, Selasa (04/08/2026).
Selain kesiapan sarana dan personel, BPBD Bangli juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan Kintamani.
Warga maupun masyarakat dari luar daerah yang berkunjung ke kawasan hutan Kintamani diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau. Pengunjung juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Kondisi rumput dan semak yang sangat kering membuat api dapat dengan cepat menyebar. Karena itu, tindakan kecil seperti membuang puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi pemicu kebakaran di kawasan hutan.
Selain faktor cuaca dan aktivitas manusia, kondisi medan juga menjadi tantangan dalam penanganan karhutla di Kintamani. Sejumlah kawasan memiliki medan curam dan dipenuhi batu lahar tajam sehingga dapat menyulitkan petugas ketika melakukan pemadaman.
BPBD Bangli berharap seluruh lapisan masyarakat ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kepatuhan terhadap imbauan dan kewaspadaan bersama dinilai penting untuk mengurangi risiko karhutla selama periode musim kering.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5662 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan