Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Bupati Suwirta Jenguk Penderita Hepatomegali
Senin, 16 November 2015,
19:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Penderita penyakit pembesaran hati (hepatomegali), Putu Resa Dwipayana (14) mendapat perhatian Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta.
Didampingi Direktur RSUD Klungkung, Dr. I Nyoman Kesuma, MPH, Bupati Suwirta melihat kondisi terkini Putu Resa dirumahnya di Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung, Senin (16/11/2015).
Kondisi fisik Putu Resa dengan perut membesar ini mengundang keprihatinan Bupati Suwirta. Agar mendapat perawatan secara intensif, Bupati Suwirta membujuk penderita (Putu Resa) dan keluarganya untuk mau dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dirawat di RSUD Klungkung.
Pihaknya juga meminta Direktur RSUD Klungkung agar menjemput penderita besok (hari ini) untuk diajak ke RSUD Klungkung.
“Kita bujuk dia (Putu Resa Dwipayana) dan orangtuanya untuk mau dirawat di rumah sakit agar mendapat perawatan secara intensif,” ujar Suwirta yang saat itu juga didampingi Lurah Semarapura Kangin, Wayan Sudharma.
Menurut Direktur RSUD Klungkung, Dr. I Nyoman Kesuma, MPH, penyakit yang diderita Putu Resa Dwipayana ini adalah pembesaran hati (hepatomegali). Penyakit ini disebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi sel-sel darah merah dan hemoglobin (talasemia) akibat kelainan bawaan. Menurut Dr. Kesuma, penderita akan diajak ke RSUD Klungkung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika harus dilakukan pemeriksaan ke RSUP Sanglah, juga akan dilakukan pemeriksaan namun usai pemeriksaan akan diajak kembali ke RSUD Klungkung untuk dirawat.
“Nanti perawatan tetap di RSUD Klungkung,” ujarnya.
Sementara orang tua Putu Resa Dwipayana, Made Darmawati (33) menuturkan, anak pertamanya menderita penyakit ini sekitar empat tahun lalu. “Diawali gejala panas dan maag,” ujar Darmawati didampingi suaminya, Kadek Suparta. Karena perut anaknya semakin membesar, putra pertamanya ini memutuskan untuk berhenti sekolah kelas 2 SMP. “Karena semakin membesar tidak bisa melanjutkan sekolah,” jelasnya. [bbn/hmsklk/nom]
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026