Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Cibir Pimpinan Dewan Bemper Eksekutif
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Kepergian Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Sukadana S.Sos, bersama Ketua Komisi I, Pandu Prapanca Lagosa, Ketua Komisi II, I Gede Dana, dan Ketua Komisi III, I Wayan Sunartake Hongkong, mendapat reaksi keras dari para anggota dewan. Mereka protes dan mencibir keberangkatan tersebut sebagai hadiah dari eksekutif karena selama ini mereka telah menjadi bemper.
Tak mau polemik itu berlanjut, Senin (18/2), Dewan setempat langsung menggelar rapat koordinasi. Rapat yang bertujuan untuk menyikapi keberangkatan empat orang wakil rakyat bersama Bupati Geredeg itu dipimpin langsung wakil Ketua I Wayan Mas Suyasa dan Wakil Ketua II, I Gusti Bagus Karyawan.
Situasi rapat memanas begitu, Mas Suyasa membuka rapat kordinasi tersebut. Anggota Dewan silih berganti mengeluarkan pernyataan pedas. Sayangnya, rapat kordinasi tak mengeluarkan keputusan apa-apa berkaitan dengan keberangkatan empat orang anggota Dewan ke luar negeri.
Yang pasti rapat kordinasi, sempat memunculkan rencana pemboikotan dalam setiap sidang Paripurna, termasuk juga mengancam akan tidak mengikuti program Diklat seperti yang sudah diatur dalam undang-undang. Adalah Ketua Faraksi PDIP, IB Mega Susila, dan beberapa anggota dewan lainnya yang menyuarakan aksi pemboikotan Sidang Paripurna termasuk juga pemboikotan untuk melakukan Diklat.
”Kita ingin memberi pelajaran kepada Ketua Dewan yang berangkat keluar daerah (luar negeri) tanpa pernah melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan dewan,” katanya.
Sikap Mega Susila itu menyiratkan kalau kalangan anggota Dewan berkeinginan untuk memberikan test case kepada pimpinan Dewan yang dinilai telah arogan pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan dan pendelagasian tugas.
Hal sama juga dikatakan I Wayan Sena, politisi PDIP, asal Geriana Kangin, Duda Utara, Selat, itu dengan lantang meminta agar anggota Dewan 'angkat koper' alias boikot setiap kegiatan yang diagendakan.
”Kita serahkan saja semua kegiatan pada pimpinan Dewan. Dengan cara ini apakah pimpinan Dewan bisa menyelesaikan semua agenda sendirian,” ucapnya lantang.
Sena juga mengaku curiga kalau kepergian pimpinan Dewan minus wakil Ketua ini adalah hadiah dari eksekutif. Karena selama ini pimpinan Dewan telah banyak mengamankan kebijakan eksekutif. “Mereka ini talah menjadi bemper sehingga diberikan hadiah jalan-jalan ke Hongkong,” katanya.
”Selama ini pimpinan Dewan selalu memandang sebelah mata anggotanya, dan harus diberi pelajaran,” imbuh Nengah Darma, seraya mengusulkan agar Dewan melakukan rapat kerja dengan Bupati I Wayan Geredeg untuk menanyakan soal diajaknya pimpinan Dewan ke Hongkong.
Sementara itu, Ketua F Golkar, Gde Suartama menilai kordinasi dan komunikasi antar pimpinan di Dewan Karangasem menjadi penyebab pelemik itu terjadi. Malah pria asal Datah, Abang ini menilai menejeman Dewan Karangasem lebih rendah dari menejemen sekolah.
Padahal menurutnya Dewan adalah lembaga yang terhormat dan punya tatib serta aturan main sendiri. ”Ketua Dewan telah banyak melakukan rekayasa,” tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5663 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan