Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Selerek Stop Melaut
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, nelayan yang menggunakan kapal besar (selerek) Desa Pengambengan, Negara, Jembrana terpaksa harus menghentikan aktivitas melaut sejak sepekan yang lalu. Pasalnya angin kencang dan ombak besar dikhawatirkan akan menjadi ancaman terjadinya musibah.
Dari pantauan di Dermaga Pengambengan, Desa Pengambengan, Negara, Jembrana, Kamis (21/8), puluhan selerek tampak memilih merapat. Tidak terlihat adanya aktivitas seperti biasanya kalau cuaca sedang normal. Bila cuaca normal, mulai pagi hingga siang hari para ABK (Anak Buah Kapal) sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan melaut untuk menangkap ikan mulai sore hingga keesokan paginya.
Biarpun demikian, Nampak ada 1 selerek yang dipenuhi ABK sedang mempersiapkan perlengkapannya. Arifin (32), salah seorang ABK saat ditemui mengatakan persiapan perlengkapan penangkapan ikan ini hanya untuk jaga-jaga saja siapa tahu cuaca membaik. "Kalau cuacanya tiba-tiba membaik maka kapal itu akan berangkat," katanya.
Arifin menambahkan bila dipaksakan untuk melaut dalam cuaca buruk, satu selerek maksimal akan memperoleh ikan sebanyak 1 ton saja. "Jauh menurun jika melaut dalam cuaca normal yang bisa mendapat 20 ton. Mau gimana lagi, karena tuntutan ekonomi biarpun cuaca buruk, tetap melaut juga," keluhnya.
Kondisi selerek ini berbanding terbalik dengan nelayan yang mencari ikan dengan perahu kecil. Di tengah cuaca buruk, nelayan seperti ini seolah-olah panen ikan, khususnya tongkol. Salah seorang nelayan perahu kecil Isnaen (50) mengatakan dalam satu hari dirinya bisa mendapatkan 2-4 kuintal tongkol.
"Kami mencari ikan di pinggir dengan menggunakan jaring kambang. Dalam cuaca buruk seperti ini kami juga tidak berani sampai ke tengah lautan," pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5811 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2559 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan