Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Desa Adat Batur Bangun Cihna Titik Nol, Kenang Sejarah Erupsi 1926
BERITABALI.COM, BANGLI.
Desa Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let, Senin (4/5/2026). Titik ini merupakan pusat permukiman Desa Adat Batur sebelum ditelan lahar Gunung Batur pada erupsi tahun 1926.
Pembangunan Cihna Batur Let menjadi bagian dari rangkaian peringatan Seratus Tahun Rarud Batur yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.
Titik Nol Batur Let merujuk kawasan eks Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu Batur di Desa Batur sebelum 1926. Lokasi ini berada di barat daya Gunung Batur, kawasan Kaldera Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Sejarah mencatat, letusan besar Gunung Batur pada Agustus 1926 telah menghancurkan permukiman Desa Batur Let, termasuk Pura Ulun Danu Batur serta pusat aktivitas masyarakat. Warga kemudian diungsikan bersama benda-benda sakral sebelum akhirnya menetap di lokasi Desa Adat Batur saat ini.
Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Duhuran Batur, menjelaskan bahwa penetapan titik nol ini melalui proses panjang sejak 2017, dengan pendekatan ilmiah dan spiritual.
"Cihna yang berupa palinggih padmasana dan bebaturan itu dibuat untuk mengenang perjalanan leluhur Batur. Tanda tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi tentang perjalanan sejarah Batur yang panjang. Ke depannya, generasi mendatang akan memiliki orientasi yang jelas untuk memahami jejak rekam sejarah mereka sendiri," kata tokoh adat-agama yang juga Pangemong Pura Ulun Danu Batur ini.
Ia menegaskan, pembangunan cihna tidak dimaksudkan untuk membangun kembali struktur pura seperti sebelumnya, melainkan sebagai penanda sejarah.
"Karena sifatnya sebagai cihna, jadi kami tidak membangun kembali palinggih lain, misalnya dalam bentuk gedong atau meru. Ini hanya penanda bahwa leluhur Batur pernah hidup dan membangun peradaban agung di masa lalu, dan seratus tahun lalu akhirnya kaambil (dilihat, red) lahar," kata Jero Gede.
Ketua Panitia Seratus Tahun Rarud Batur, Guru Nengah Santika, menambahkan bahwa lokasi tersebut menjadi saksi bisu peristiwa erupsi besar yang mengubah kehidupan masyarakat Batur.
Baca juga:
Pangempon Pura Alas Arum Batur Matangkan Karya Pamelaspas dan Pujawali Sasih Kasanga 2026
Puncak peringatan Seratus Tahun Rarud Batur dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan pada 2 hingga 8 Agustus 2026 yang mencakup edukasi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pemajuan budaya.
"Kami sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat serta pemerintah daerah maupun pusat agar seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat akan perjuangan para leluhur kita 100 tahun yang lalu," kata dia.
Dukungan juga datang dari Balai KSDA Wilayah II Bali. Kepala Seksi, Danang Wijayanto, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pelestarian sejarah dan kawasan suci tersebut.
“Kami dari BKSDA Bali sangat berbahagia sekali bisa menjadi bagian dari memperingati leluhur dari masyarakat dan kami juga berbahagia sekali bahwa kita bersama-sama saling menghormati dan menjaga kesucian tempat ini, dan mudah-mudahan ini menginspirasi masyarakat Batur dan masyarakat Bali sehingga kawasan-kawasan suci tetap terjaga dan tetap lestari," katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5664 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan