Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Di Jembrana Elpiji Dijual Melebihi Standar
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah diumumkannya kenaikan harga elpiji oleh pemerintah yang mulai diberlakukan Senin (25/8), sejumlah agen elpiji di Jembrana menjualnya melebihi harga standar yang telah ditentukan.
Dari pantauan Beritabali.com di lapangan, Selasa (26/8) sejumlah agen elpiji tersebut menaikkan harga penjualannya elpiji 12 kg berkisar 13 persen dari harga sebelumnya. Harga elpiji 12 kg di Jembrana di tingkat konsumen sebelum adanya kenaikan ini mencapai Rp. 70 ribu namun pasca kenaikan melonjak hingga mencapai Rp. 80 ribu padahal harga yang ditetapkan pemerintah hanya sekitar Rp. 75 ribu saja.
Menurut Nanok, salah seorang pemilik agen elpiji di Jembrana, mengatakan harga elpiji yang bervariatif di beberapa tempat menurutnya sah-sah saja mengingat pendistribusian elpiji hingga sampai ke tingkat konsumen juga memerlukan biaya tergantung jaraknya.
"Saya rasa bervariatifnya harga elpiji ini adalah hal yang wajar mengingat distribusi elpiji dari depo juga memerlukan biaya," ujarnya. Nanok juga memaparkan kenaikan elpiji kali ini tidak banyak berpengaruh kepada omset penjualan di agen miliknya. "Masyarakat sudah tahu kalau harga elpiji naik," tandasnya.
Sedangkan kondisi sebaliknya terjadi di tingkat konsumen. Kenaikan harga elpiji ini dirasa sangat memberatkan mengingat harga kebutuhan pokok lainnya sudah naik lebih dulu. Zaenab (54), seorang pengusaha jajanan di Lingkungan Ketugtug, Loloan Timur, Jembrana merasa sangat keberatan dengan kenaikan harga gas elpiji ini.
"Akibat kenaikan harga elpiji ini, pendapatan saya jadi berkurang. Saya juga terpaksa menaikkan harga jajanan saya," ucapnya.
Zaenab berharap pemerintah tidak lagi membebani masyarakat dengan menaikkan harga sejumlah bahan pokok termasuk elpiji. "Elpiji ini kan sudah banyak dipakai masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Naiknya harga elpiji tentunya akan membebani masyarakat," pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5821 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2204 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan