Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dikhawatirkan Ganggu Irigasi dan Wisata Rafting
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Terkait rencana Pemkab Karangasem untuk mengalirkan air Sungai Telagawaja ke Kecamatan Manggis nampaknya dikeluhkan sejumlah pihak. Proyek yang saat ini ini tengah dalam penggarapan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu sektor pertanian dan pariwisata. Salah satu keluhan disampaikan Ketua LPM Desa Muncan, Ketut Karang.
Ia mengaku khawatir lantaran menurutnya objek rafting yang sudah cukup lama berkembang disana akan terganggu, karena pastinya mengurangi debit air akibat sedotan dalam jumlah yang tidak sedikit itu.
“Kendati proyek tersebut harus dikerjakan, pemerintah kita harap juga mencari solusinya, sehingga salah satu pihak tidak ada yang dirugikan,“ pintanya saat ditemui Beritabali.com, Selasa, (11/3). Diinformasikan, sebelum Pemkab Karangasem berencana mengalirkan air Sungai Telagawaja ke Kecamatan Manggis, di sungai tersebut sudah terdapat lima usaha wisata rafting yang beroperasi.
Atas keluhan demikian, pihak Pemkab melalui Kadis PU Karangasem, I Wayan Arnawa menyebutkan rencana Pemerintah tersebut sudah terlebih dahulu memikirkan solusinya. Arnawa memastikan bahwa usaha wisata rafting di kawasan tersebut tidak akan terganggu. “Pemerintah telah memikirkan solusinya, yakni salah satunya dengan menaikkan air sebelum dialirkan pada malam hari di saat aktifitas istirahat,“ bebernya.
Dengan menaikkan air pada malam hari tentu tidak akan mengganggu pun juga dengan irigasi,” imbuhnya. Menyoal tentang rencana penggarapan proyek bernilai milyaran rupiah oleh Pemkab itu disebutkan Arnawa kini sudah memasuki tahap pipanisasi (pemasangan pipa, red).
“Penggarapannya sudah sampai pada tahap pipanisasi. Pipa besar berdiameter 80 cm tersebut saat ini sudah memasuki Desa Muncan, Kecamatan Selat,“ ujarnya. “Proyek yang sepenuhnya didanai APBN ini akan digarap secara berkesinambungan sampai tahun 2010,” lanjutnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5668 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2523 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan