Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dinsos Bali Bantu Tiga KK Miskin Tinggal Dalam Satu Tenda di Penaga, Bangli
Jumat, 24 Mei 2019,
22:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Menyikapi adanya pemberitaan terkait 3 (Tiga) Kepala Keluarga (KK) miskin di Dusun Penaga, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli yang tinggal dalam 1 (satu) tenda mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Bali.
[pilihan-redaksi]
Secara khusus Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra meninjau sekaligus membawakan sejumlah bantuan sembako kepada warga tersebut. Ketiga warga yang masih bersaudara tersebut yakni Ketut Bulat, Nengah Rusman dan Wayan Mudya.
Secara khusus Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra meninjau sekaligus membawakan sejumlah bantuan sembako kepada warga tersebut. Ketiga warga yang masih bersaudara tersebut yakni Ketut Bulat, Nengah Rusman dan Wayan Mudya.
Dari hasil kunjungan Jumat (24/5) pagi tersebut diketahui jika kondisi ini dialami ketiganya satu setengah bulan terakhir pasca kepulangan mereka dari merantau di Desa Bonyoh, Kintamani Bangli. Di tenda berukuran 7x4 meter itu, mereka hidup bersama masing-masing istri dan anaknya dengan total jumlah jiwa sebanyak 7 orang.
"Dari kunjungan hari ini, ternyata di satu pekarangan itu juga terdapat satu saudaranya yang lain yakni Wayan Sutama. Kondisi Sutama juga sama dengan ketiga saudaranya yang tinggal di dalam satu tenda itu, perekonomiannya serba keterbatasan," ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra yang pada kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli I Nengah Sukarta.
Terkait dengan kondisi mereka yang tinggal di dalam tenda, dalam waktu dekat akan dibantu rumah oleh relawan peduli sosial. Sebagai wujud meringankan beban mereka, Kadis Sosial Dewa Mahendra juga ikut urunan secara pribadi.
"Untuk rumah nanti akan dibantu oleh relawan peduli sosial, Saya juga ikut urunan secara pribadi untuk meringankan beban mereka, Saya harap dengan nantinya dibangun rumah maka beban hidup mereka bisa berkurang dan hanya memikirkan untuk mencari pekerjaan," ujar Dewa Mahendra.
Sementara itu, Ketut Bulat menceritakan jika ia sempat tinggal di Desa Bonyoh karena orangtuanya terlebih dahulu hidup merantau di desa tersebut. Setelah 60 tahun tinggal disana, ia bersama kedua saudaranya dan keluarga masing-masing memutuskan kembali tinggal di Dusun Penaga yang merupakan Desa leluhurnya.
"Keputusan pulang ini karena adat di Bonyoh mengharuskan adik bungsunya Wayan Sutama menempati tanah pekarangan di Bonyoh. Sementara sejak sepuluh tahun terakhir adik Saya sudah lebih dulu pindah ke Penaga dan menempati rumah kayu seadanya," ungkap Ketut Bulat.
[pilihan-redaksi2]
Ditambahkan Ketut Bulat yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan itu, saat kembali ke Penaga satu setengah bulan yang lalu ia belum mampu membangun rumah. Tenda terpal yang ditempati merupakan sumbangan atau bantuan dari kerabatnya di Bonyoh.
Ditambahkan Ketut Bulat yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan itu, saat kembali ke Penaga satu setengah bulan yang lalu ia belum mampu membangun rumah. Tenda terpal yang ditempati merupakan sumbangan atau bantuan dari kerabatnya di Bonyoh.
"Di tenda tidur tujuh orang, saat hujan, air hujan masuk ke tenda. Saat panas, di dalam sangat pengap. Saya berharap pemerintah bisa membantu kondisi keluarga kami seperti ini," ucapnya.
Beruntung, untuk jaminan kesehatan semua telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga mengurangi beban mereka saat sakit. (bbn/humasbali/rob)
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026