Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
DPRD Jembrana Soroti Kebocoran dan Peluang Bisnis Baru PDAM
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Komisi II juga menyoroti peluang pasar baru bagi PDAM, terutama dari sejumlah proyek besar yang direncanakan hadir di Kabupaten Jembrana. Mulai dari pembangunan Lapas di Melaya, proyek di kawasan Pekutatan, hingga Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pengambengan.
Menurut Komisi II, perluasan cakupan layanan ke proyek-proyek tersebut harus menjadi bagian dari arah pengembangan bisnis perusahaan.
Evakuasi Permasalahan Utama: Kekurangan Air Baku dan Kebocoran Jaringan
Selain hasil positif, sidak juga menemukan sejumlah persoalan yang harus segera ditangani. Salah satunya, terbatasnya pasokan air baku di Jembrana. Komisi II merekomendasikan agar upaya komunikasi terkait suplai air dari Bendungan Titab—yang masuk dalam program Burana—terus dikawal oleh PDAM bersama pemerintah daerah.
“Kebutuhan air baku masih menjadi tantangan besar. Solusinya tidak cukup mengandalkan sumber lokal saja,” tegas Suastika.
Dalam sidak tersebut, Komisi II juga mengevakuasi persoalan kebocoran air yang masih tinggi. Kondisi pipa lama dinilai menjadi penyebab utama dan berdampak langsung pada potensi kerugian perusahaan.
PDAM Akui Tantangan Besar, Peremajaan Jaringan Butuh Investasi
Direktur Utama PDAM Tirta Amertha Jati, I Gede Puriawan, membenarkan bahwa tingkat kebocoran air atau NRW masih tinggi akibat banyaknya jaringan pipa yang sudah berusia tua.
“Peremajaan jaringan adalah kebutuhan mendesak. Untuk mengganti dan memindahkan pipa ke lokasi lebih aman, diperlukan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.
Puriawan menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan dua alternatif pendanaan: melalui dukungan pemerintah atau melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Komisi II Ingatkan: Jangan Andalkan Kenaikan Tarif
Baca juga:
Perumda Tirta Amertha Jati Jembrana Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 1948 Saka dan Idulfitri 1447 H
Sebagai penutup hasil sidak, Komisi II menekankan agar peningkatan pendapatan perusahaan tidak diarahkan pada opsi kenaikan tarif air.
“Kami memahami PDAM membutuhkan penguatan modal dan perluasan layanan. Tetapi kenaikan tarif bukan solusi. Harus ada inovasi tanpa membebani masyarakat,” tegas Suastika.
Dengan hasil sidak dan evaluasi tersebut, Komisi II meminta PDAM mempercepat perbaikan jaringan, memaksimalkan peluang usaha baru, dan menjaga efisiensi yang sudah berjalan agar dapat terus berkontribusi pada pendapatan daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5686 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2530 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan