Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
DPRD Minta KNMP Jembrana Diminta Fleksibel, Sesuaikan Kebutuhan Pesisir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Komisi II DPRD Jembrana menegaskan agar pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) benar-benar menyesuaikan karakteristik masing-masing wilayah pesisir.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana, Senin (4/5/2026), yang membahas kesiapan daerah dalam mengusulkan titik lokasi KNMP.
Ketua Komisi II DPRD Jembrana, Ketut Suastika atau Cohok, mengatakan kebijakan terbaru pemerintah pusat yang membuka peluang pembangunan KNMP secara tersebar dinilai lebih realistis karena setiap desa nelayan memiliki kebutuhan berbeda.
“Pada prinsipnya kami mendukung percepatan KNMP. Tetapi konsep pengembangannya jangan dipaksakan sama di semua tempat. Setiap wilayah punya kebutuhan berbeda, sehingga lebih tepat bila dibuat tersebar sesuai potensi nelayannya,” ujar Cohok.
Ia mencontohkan, kawasan Perancak memerlukan fasilitas suplai BBM bersubsidi, sedangkan daerah Candikusuma lebih cocok untuk penguatan hilirisasi seperti unit pengolahan ikan dan cold storage.
“Contohnya di Perancak, yang paling mendesak adalah fasilitas BBM bersubsidi. Sementara di Candikusuma justru lebih cocok untuk pengolahan hasil perikanan. Jadi tidak harus dipusatkan di satu titik saja,” imbuhnya.
Komisi II juga menyoroti temuan lapangan terkait legalitas lahan yang dinilai masih belum rapi. Ada aset yang statusnya berubah, dan ada pula lahan yang masih diklaim kelompok nelayan.
“Kami minta dinas memastikan legalitas lahannya. Ada lahan yang statusnya berubah, ada juga yang masih diklaim kelompok. Ini harus dituntaskan supaya tidak menimbulkan masalah saat pemeriksaan,” tegasnya.
Dalam laporan Dinas Perikanan, terdapat tujuh titik yang kini diusulkan sebagai lokasi KNMP, mencakup seluruh kecamatan di Jembrana. Dewan menyatakan siap mendampingi proses tersebut, termasuk sosialisasi ke kelompok nelayan hingga komunikasi dengan pemilik aset.
“Kami siap mendampingi prosesnya, termasuk sosialisasi ke kelompok nelayan dan komunikasi dengan pemilik aset. Yang penting program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat pesisir,” kata Cohok.
Selain penyiapan lokasi, Komisi II juga mendorong pengadaan benih ikan lele dan nila melalui perubahan APBD 2026 untuk mendukung ekonomi pesisir dan memperkuat sektor budidaya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5677 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan