Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dua Hari Berturut-turut, Penyu Lekang Mati Terdampar di Pantai Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Fenomena terdamparnya satwa laut kembali terjadi di pesisir Kabupaten Jembrana. Dalam dua hari berturut-turut, dua ekor penyu lekang ditemukan dalam kondisi mati di kawasan Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana.
Temuan pertama terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di kawasan Kurma Asih, Pantai Perancak. Penyu berjenis kelamin jantan tersebut ditemukan tersangkut di batu senderan pantai dalam kondisi telah mengalami kerusakan.
Hasil identifikasi menunjukkan penyu tersebut memiliki ukuran karapas sepanjang 64 sentimeter dengan lebar 62 sentimeter. Karena kondisi bangkai sudah rusak, tim konservasi Kurma Asih bersama relawan mahasiswa asal Singapura langsung melakukan proses penguburan di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian penyu pertama tersebut masih belum diketahui.
Sehari berselang, Kamis (18/6/2026), penemuan serupa kembali terjadi di Pantai Perancak. Seekor penyu lekang jantan ditemukan mati terdampar dengan ukuran karapas yang lebih besar, yakni panjang 72 sentimeter dan lebar 70 sentimeter.
Koordinator Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, menjelaskan kondisi bangkai penyu kedua saat ditemukan sudah mengalami pembusukan cukup parah.
"Ketika ditemukan kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Karena itu langsung dilakukan penguburan," ujarnya.
Berdasarkan kondisi fisik bangkai, penyu tersebut diperkirakan telah mati sekitar tujuh hari sebelum ditemukan di pesisir Pantai Perancak.
Meski dua penyu ditemukan dalam waktu yang berdekatan, penyebab kematian keduanya masih menjadi misteri. Tim konservasi belum dapat memastikan faktor yang menyebabkan satwa dilindungi tersebut mati sebelum terdampar di pantai.
Kurma Asih Desa Perancak mengimbau masyarakat pesisir maupun nelayan yang menemukan satwa laut terdampar agar segera melapor kepada pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mendukung pendataan dan upaya konservasi satwa laut di wilayah Jembrana.
Kasus temuan dua penyu lekang mati dalam waktu berdekatan ini juga menjadi perhatian bagi para pegiat konservasi karena penyu lekang merupakan salah satu spesies penyu yang dilindungi dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5664 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan