Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dua PMI Jembrana Meninggal di Guyana dan Seychelles
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kabar duka kembali datang dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana. Dua PMI asal Bumi Mekepung dilaporkan meninggal dunia di luar negeri dan saat ini proses kepulangan jenazah ke kampung halaman masih dikoordinasikan.
PMI pertama yang meninggal dunia adalah Putu Darmayasa (52), warga Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem. Darmayasa meninggal dunia di Seychelles, Afrika Timur, setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat stroke mendadak.
Darmayasa berada di Seychelles sejak 2019. Selama bekerja di negara tersebut, ia berprofesi sebagai perakit rumah kayu knock down hingga sopir. Seluruh biaya medis selama menjalani perawatan hingga proses pemulangan jenazah disebut ditanggung perusahaan pemberi kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan kabar duka tersebut. Pihaknya masih memantau proses repatriasi jenazah Darmayasa menuju Indonesia.
"Jenazah almarhum saat ini sudah diserahkan ke pihak maskapai Emirates. Kami masih terus memantau dan menunggu konfirmasi jadwal penerbangan menuju tanah air. Begitu slot dan jadwalnya sudah pasti, kabar lanjutan langsung kami sampaikan ke pihak keluarga," jelas Mirah.
Selain Darmayasa, pemerintah daerah juga tengah mengawal proses kepulangan jenazah Komang Tedy Arsa Biantara Putra, PMI asal Desa Perancak, Jembrana.
Komang Tedy meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, Amerika Selatan. Saat ini, sejumlah tahapan administrasi untuk proses pemulangan jenazah telah dilakukan.
"Untuk jenazah mendiang Komang Tedy, proses pengawetan sudah selesai di Memorial Gardens Funeral Home setempat dan akta kematian pun telah resmi diterbitkan per awal September. Saat ini fokus kami mengawal koordinasi berkas administrasi antarnegara agar kedua jenazah bisa segera diterbangkan pulang ke Jembrana," imbuhnya.
Proses repatriasi kedua jenazah PMI tersebut membutuhkan koordinasi lintas negara. Tahapannya mencakup kelengkapan dokumen internasional, pengaturan kargo maskapai penerbangan, hingga pemenuhan standar penanganan jenazah untuk proses pengiriman dari luar negeri ke Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan