Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Erupsi Semeru Tak Berdampak ke Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur dipastikan tidak berdampak langsung terhadap wilayah Kabupaten Jembrana, Bali. Abu vulkanik dari erupsi tersebut tidak menyeberang ke Bali karena arah angin bergerak menjauh dari Pulau Dewata.
Berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bergerak ke arah barat hingga barat laut. Kondisi tersebut membuat wilayah Jembrana, khususnya Bali bagian barat, tidak terdampak abu vulkanik.
Staf BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana, Trayi Budi, mengatakan masyarakat Jembrana tidak perlu mengkhawatirkan dampak langsung erupsi Semeru. Arah pergerakan abu vulkanik tidak menuju wilayah Bali bagian barat.
"Pengaruh langsung ke Jembrana tidak ada. Abu vulkaniknya tidak sampai ke Bali karena angin membawanya ke arah barat dan barat laut," terang Trayi Budi saat ditemui di kantornya, Jumat (11/09/2026)
Meski abu vulkanik tidak mengarah ke Jembrana, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap kandungan sulfur dioksida (SO2) di udara. Kandungan tersebut perlu diperhatikan karena berpotensi memicu hujan asam apabila kawasan Jembrana mengalami hujan.
Sementara itu, kondisi cuaca mendung dan gerimis yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jembrana dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan dampak dari erupsi Gunung Semeru.
Trayi Budi menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan faktor cuaca lokal, termasuk perlambatan angin dan penumpukan massa udara basah di sekitar Jawa Timur dan Bali.
"Kemarin ada perlambatan angin dan penumpukan massa udara basah di sekitar Jawa Timur dan Bali. Itu faktor lokal saja. Ke depan peluang hujan sangat kecil, cuaca dominan cerah berawan karena masih puncak kemarau," imbuhnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir Jembrana untuk lebih mewaspadai kondisi angin selama musim kemarau. Embusan angin kencang berpotensi memicu gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jembrana dan Selat Bali.
Peringatan tersebut terutama ditujukan kepada nelayan serta pengguna jasa pelayaran yang beraktivitas di perairan sekitar Jembrana agar memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan laut sebelum melakukan aktivitas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5644 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan