Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Gianyar Intip Modernisasi Padi 100 Hektar di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pertanian melihat langsung penerapan teknologi modern pada kawasan padi skala luas 100 hektar di Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini menjadi referensi bagi Gianyar dalam mengembangkan pertanian yang lebih modern dan efisien.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, hadir dalam Panen Padi Bersama Program Piloting Perakitan dan Modernisasi Kawasan Padi dengan teknologi Pertanian Modern-Agriculture Advanced System (PM-AAS) di Balai Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis (24/9/2026).
Kehadiran Dinas Pertanian Gianyar menjadi bagian dari upaya memperluas referensi penerapan teknologi pertanian sekaligus melihat secara langsung model pengelolaan kawasan padi skala luas yang dikembangkan di Jembrana.
“Kami hadir untuk melihat secara langsung bagaimana modernisasi pertanian diterapkan di lapangan. Ini menjadi pembelajaran penting bagi Gianyar, terutama bagaimana teknologi dapat diterapkan secara efektif tanpa mengabaikan kondisi dan karakteristik petani serta subak di daerah kita,” ujar I Gusti Ngurah Dibya Presasta.
Program tersebut dilaksanakan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melalui BRMP Bali. Piloting modernisasi kawasan padi seluas 100 hektar ini merupakan bagian dari program yang dikembangkan di 15 provinsi, termasuk Provinsi Bali.
Modernisasi Pertanian Harus Berdampak ke Petani
Menurut Dibya, modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan penggunaan mesin dan teknologi. Penerapannya juga harus memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Yang paling penting bukan hanya teknologinya, tetapi manfaat akhirnya bagi petani. Modernisasi harus mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, mengurangi beban biaya produksi dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani,” tegasnya.
Bagi Gianyar, penerapan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian. Tantangan tersebut antara lain efisiensi usaha tani, ketersediaan tenaga kerja hingga regenerasi petani.
Karena itu, setiap inovasi pertanian perlu dikaji dan disesuaikan dengan kondisi lahan, karakteristik petani serta kelembagaan subak.
“Kami tentu melihat apa yang bisa diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi Gianyar. Tidak semua model bisa diterapkan begitu saja, sehingga perlu dikaji dari sisi lahan, komoditas, kelembagaan subak, kesiapan petani dan manfaat ekonominya,” kata Dibya.
Panen bersama tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, BRMP Bali, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Perum Bulog, PT. Pupuk Indonesia, kelompok tani, pekaseh, krama subak serta pemangku kepentingan bidang pertanian lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Gianyar memperkuat pertukaran pengalaman dan kolaborasi untuk mendorong pertanian yang lebih modern, efisien dan produktif, dengan tetap menempatkan petani dan subak sebagai bagian penting dalam pembangunan pertanian Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5651 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2184 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan