Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Harga Bumbu Dapur di Bangli Turun Saat Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, BANGLI.
Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Bali justru berdampak berbeda terhadap harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bangli.
Jika biasanya kondisi cuaca ekstrem memicu kenaikan harga, kali ini sejumlah bumbu dapur justru mengalami penurunan harga di pasaran.
Penurunan harga ini disinyalir terjadi karena para petani memilih melakukan panen lebih awal untuk mengantisipasi kerusakan tanaman akibat cuaca ekstrem. Dampaknya, pasokan bumbu dapur di pasaran menjadi melimpah.
Pantauan di Pasar Kidul Bangli pada Selasa (13/1/2026) menunjukkan, sebagian besar harga bumbu dapur mengalami penurunan yang terjadi secara bertahap sejak sepekan terakhir. Salah seorang pedagang, Ni Komang Tri, menyebutkan harga bumbu dapur terus menurun karena stok yang berlimpah, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun.
Harga cabai rawit saat ini turun cukup signifikan, dari sebelumnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Cabai lombok juga mengalami penurunan dari Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai keriting turun dari Rp40 ribu menjadi sekitar Rp25 ribu per kilogram. Bawang merah Bima yang sebelumnya dijual Rp50 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp40 ribu per kilogram. Penurunan paling signifikan terjadi pada bawang merah Songan yang turun dari Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Di tengah tren penurunan tersebut, hanya bawang putih yang mengalami kenaikan harga, dari sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi stok bawang putih yang tidak sebanyak komoditas lainnya.
Melimpahnya stok bumbu dapur tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari luar daerah yang tengah memasuki masa panen raya. Kondisi ini membuat pasokan di pasar meningkat, sementara jumlah pembeli relatif sedikit.
Akibat penurunan harga tersebut, omzet pedagang pun ikut merosot. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual hingga 30 kilogram bumbu dapur per hari, kini penjualan menurun drastis menjadi sekitar 10 hingga 15 kilogram per hari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan