Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Hasil Panen Bawang Merah di Kintamani Naik 24 Persen Berkat Ini
BERITABALI.COM, BANGLI.
Produktivitas bawang merah di Kintamani meningkat dengan hasil rata-rata mencapai 24 persen per Hektare (ha) hasil uji setelah menggunakan produk terbaru PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yakni, NPK Pelangi JOS.
VP Marketing Business Partner Korporasi PKT, Indah Febrianty, mengatakan dari hasil Demonstration Plot (Demplot) kali ini didapati hasil panen bawang merah sebesar 10,5 ton/ha dari sebelumnya 8,5 ton/ha dengan masa tanam selama 70 hari. Selain itu, bobot umbi dengan daun segar juga mengalami peningkatan, yang awalnya sekitar 16,9 kg naik menjadi 20,8 kg.
"Hasil demplot ini semakin membuktikan kualitas NPK Pelangi JOS sangat cocok mendorong produktivitas tanaman hortikultura maupun pangan pada karakter lahan yang berbeda," ujar Indah, saat panen demplot bawang merah di Desa Songan, Minggu (24/7/2022).
Dijelaskannya, NPK Pelangi JOS sebagai gabungan pupuk kimia dan hayati pertama di Indonesia, telah diperkaya dengan mikroba unggul yang berfungsi untuk menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan mendorong hormon pertumbuhan. Keunggulan ini mampu menjadikan tanah makin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian.
“Melalui NPK Pelangi JOS, kami mendorong petani dapat menjalankan praktik sustainable agriculture. Dimana pupuk ini tak hanya memiliki unsur NPK, tapi juga agen hayati yang berfungsi memperkaya sifat biologis tanah tetap lestari, sehingga lahan terjaga untuk musim tanam selanjutnya," terang Indah.
Beberapa daerah yang telah melaksanakan uji coba demplot pun membuktikan efektivitas NPK Pelangi JOS, dengan peningkatan hasil panen pada berbagai komoditas dengan rata-rata peningkatan hasil mencapai 15-50 persen dari sebelumnya dengan dosis 70 hingga 100 persen.
"Untuk itu kami harap para petani tidak perlu ragu akan kualitas NPK Pelangi JOS. Jika diaplikasikan dengan perlakuan serta dosis yang tepat, unsur hara akan cepat terurai dan tersedia bagi tanaman sehingga tidak menjadi residu dalam tanah," tambah Indah.
Petani bawang merah Desa Songan, Wayan Roby Sugiarta, mengatakan setelah melihat hasil demplot, pihaknya sangat merekomendasikan penggunaan NPK Pelangi JOS, untuk mendorong peningkatan hasil bawang merah.
Selain umbi yang lebih besar, tanaman juga makin tinggi dengan daun yang lebih hijau, sehingga batang bawang pun lebih kokoh dibanding perlakuan petani.
"Dilihat langsung pun bisa diketahui jika kualitas tanaman lebih baik dari sebelumnya, dimana umbi yang dihasilkan sangat besar dan lebih merah," kata Wayan.
Dirinya pun menyebut akan tetap menggunakan NPK Pelangi JOS, agar hasil dan kualitas bawang merah dapat dicapai dengan lebih optimal.
Keberhasilan demplot ini pun diyakini akan menjadi dorongan bagi petani setempat, untuk mulai menggunakan produk terbaru dari PKT ini.
“Karena NPK Pelangi JOS terbukti mampu mendorong produktivitas bawang dengan hasil panen yang lebih maksimal,” pungkas Wayan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5833 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4599 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan