Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Ibu Rumah Tangga Ngamen Jegog
Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak berarti harus berdiam diri di rumah. Para ibu rumah tangga di mendoyo jembrana bali misalnya, mengisi waktu luang mereka sekaligus mencari tambahan penghasilan dengan menjadi pemain “jegog†wanita,
suatu kesenian tabuh dari bambu khas Kabupaten Jembrana.
Belasan ibu rumah tangga dari banjar (Dusun, Red) Rangdu, Desa Poh Santen, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tampak tengah beraksi memainkan alat musik jegog. Tergabung dalam kelompok jegog “ayu werdisuariâ€, para ibu rumah tangga ini tengah menerima panggilan sebagai penghibur tamu dalam sebuah pesta pernikahan di Ubud, Gianyar Bali.
Aksi para ibu rumah tangga ini tak kalah dengan para pemain jegog laki-laki. Dengan terampil mereka memainkan alat musik jegog yang terbuat dari bahan bambu.
“Pekerjaan sampingan sebagai pemain jegog ini sudah kita jalani sejak 3 tahun terakhir.
Untuk sekali pentas, kelompok kita yang terdiri dari 16 orang pemain ini dibayar antara 500 hingga 600 ribu rupiah,†jelas Koordinator kelompok ini, Ketut Mudri.
Agar bisa mempertahankan kekompakan permainan kelompok, setiap minggunya para ibu rumah tangga ini berlatih sebanyak 2 kali. Kini setiap bulannya kelompok jegog ibu rumah tangga ini menerima panggilan pentas 2 hingga 4 kali. (gus)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5686 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2530 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan