Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Illegal Logging di Hutan Yeh Embang Marak
Yeh Embang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pelaku perusakan hutan Yeh Embang, Mendoyo masih bebas berkeliaran diduga lantaran banyak oknum-oknum yang menjadikan hutan tersebut sebagai konsumsi politik mulai dari pemilihan kadus hingga pemilu legislatif. Mereka yang menjadi kandidat mengimingi-imingi warga, jika terpilih mereka bisa merambah hutan.
"Hutan Yeh Embang sudah biasa dijadikan konsumsi politik, saat Pilgub juga sama begitupula menjelang Pemilu legislatif, pemilihan sebelum-sebelumnya juga," ujar seorang sumber warga Yeh Embang, Minggu (24/8).
Menurut sumber tersebut, perusakan hutan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama namun jarang tersentuh operasi penertiban. Kalaupun ada penertiban, yang mejadi sasaran hanya lokasi-lokasi yang mudah dijangkau saja.
"Para petugas, apa itu polisi hutan, anggota tim yang mengaku peduli hutan atau petugas lainnya jarang turun. Memang ada yang ditangkap namun yang beraksi masih banyak," terangnya.
Lanjut sumber tersebut, penanganan masalah perusakan hutan itu belum maksimal karena luas areal hutan yang diawasi dibandingkan jumlah polhut sangat tidak seimbang. "Di samping jumlah, biaya operasional serta perlengkapan pendukung lainnya juga sangat minim sehingga mereka kesulitan mengawasi hutan di seluruh Jembrana. Dari sisi hukuman juga belum membuat efek jera bagi pelaku," jelasnya.
Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana, saat dikonfirmasi Beritabali.com secara terpisah, Minggu (24/8) mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memberi perhatian terhadap masalah hutan di Jembrana, namun karena tugas polisi banyak maka dirinya mengharapkan kepedulian instansi terkait dan masyarakat.
"Sebenarnya yang bertugas mengamankan hutan bukan hanya polisi atau polhut saja, tetapi semua masyarakat wajib melestarikan hutan karena hutan sangat penting bagi kehidupan mereka," jelasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5811 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2559 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan