Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jalan Jurusan Denpasar-Gilimanuk Masih Retak
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang arus mudik, kondisi jalan negara jurusan Denpasar-Gilimanuk masih cukup membahayakan bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Pasalnya di beberapa bagian jalan tersebut atau di ruas jalan di Desa Penyaringan, Mendoyo, beberapa meter di sebelah barat SPBU Penyaringan ini mengalami keretakan.
Dari pantauan Beritabali.com di lapangan Jumat (12/9), keretakan membujur pada bagian badan dari barat ke timur sepanjang 4 m dengan lebar 5 cm dan kedalamannya 5 cm. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara sepeda motor yang diperkirakan akan mendominasi arus mudik nanti lantaran ban sepeda motor relatif lebih mudah masuk ke dalam retakan tersebut.
Bukan tidak mungkin, keretakan jalan ini akan bisa menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas apalagi jika malam hari karena di sekitar lokasi tersebut nyaris tidak diterangi oleh sinar lampu penerangan jalan.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jembrana, Ketut Subadi menyoroti hal ini. Subadi mengatakan kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera karena tidak lama lagi jalan Denpasar-Gilimanuk akan dilintasi oleh ramainya para pemudik.
"Biasanya pemudik kebanyakan mengendari serpeda motor, tentunya hal ini cukup membahayakan keselamatan mereka," kata Subadi. Lanjut Subadi, selain di Penyaringan kondisi serupa juga terjadi di jalan Denpasar-Gilimanuk di Banjar Sebual, Dangintukadaya, Jembrana. "Kondisi ini harus segera ditangani kalau tidak ingin membahayakan para pengguna jalan, khususnya pemudik," ucapnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Jembrana, Iskandar Alfan juga mengatakan hal senada. Menurutnya, jalan di Penyaringan dan Sebual mudah retak karena kondisi tanahnya masih labil. "Perbaikannya 1-2 tahun sekali namun hanya tambal sulam saja, sehingga saban tahun masalah yang sama muncul lagi," ujarnya.
Iskandar menyarankan untuk jalan raya yang kondisi tanahnya masih labil, sebaiknya dilakukan pembetonan dulu sebelum diaspal. "Dengan pembetonan jalan yang tanahnya masih labil akan bisa bertahan lama. Kalau terus ditambal sulam bisa terus rusak," pungkas Iskandar. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5831 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4598 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2563 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2207 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan