Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Jejak Alat Berat Terlihat, Lahan TNBB Dikabarkan Mulai Gundul
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dugaan pembukaan lahan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, akhirnya mulai menemukan titik terang.
Anggota DPRD Jembrana bersama perwakilan masyarakat melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menemukan sebagian area hutan dalam kondisi terbuka, Rabu (17/12/2025).
Pengecekan lapangan Rabu siang itu memperlihatkan kawasan yang sebelumnya ditumbuhi pepohonan kini tampak gundul. Sejumlah titik menunjukkan tanah telah diratakan dan terlihat jejak lintasan alat berat yang mulai ditumbuhi rumput liar.
Lokasi hutan yang diduga dibuka ini berada tidak jauh dari Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk. Dari jalur utama, lokasi dapat dijangkau sekitar lima hingga sepuluh menit, dengan jarak kurang lebih seratus meter. Akses menuju area tersebut melewati lahan yang dikelola PT Wira Dharma Bhakti.
Pada tepi jalan terpampang papan informasi yang menyebutkan kawasan itu sebagai area wisata minat khusus berdasarkan izin pemanfaatan hutan. Larangan pembukaan lahan dan penebangan pohon juga tercantum dalam papan tersebut. Namun kondisi lapangan tampak berlawanan.
Perwakilan masyarakat Gilimanuk, I Gede Bangun Nusantara, menunjuk bekas lintasan alat berat yang diduga digunakan saat proses pembukaan lahan.
“Jejak alat beratnya masih terlihat jelas. Batas kawasan yang masih ada pohonnya juga tampak. Kalau dicocokkan dengan citra peta digital, perubahannya sangat kentara,” ungkap Bangun di lokasi.
Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan diduga berlangsung sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun 2025, dimulai dari area dekat jalan raya lalu berlanjut ke bagian dalam kawasan hutan.
Anggota DPRD Jembrana yang ikut peninjauan menegaskan temuan tersebut tidak bisa dianggap sepele. DPRD akan meminta penjelasan dari pihak pengelola dan berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Bali Barat serta instansi terkait lainnya.
“Kami turun langsung agar mendapatkan gambaran nyata di lapangan. Setelah ini, tentu akan ada langkah lanjutan sesuai kewenangan kami,” ujar salah satu anggota DPRD Jembrana.
Informasi beredar menyebutkan kawasan hutan di Bali Barat diduga dikelola beberapa investor dengan luasan cukup besar, bahkan mencapai puluhan hingga ratusan hektare.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan