Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Jelang Galungan-Kuningan, Warga Bangli Serbu Pasar Murah
BERITABALI.COM, BANGLI.
Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Bangli mengintensifkan upaya pengendalian inflasi dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang berpotensi mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Salah satu pasar murah yang digelar di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Demulih, Kecamatan Susut, mendapat sambutan antusias dari warga. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Komoditas yang paling banyak diminati antara lain gas LPG, minyak goreng, beras, telur, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya yang biasa mengalami peningkatan permintaan menjelang Galungan dan Kuningan.
Salah seorang warga, Kerti, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang diselenggarakan pemerintah. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di warung maupun pasar umum.
Ia mencontohkan harga gas LPG yang dijual Rp18 ribu per tabung, sementara di warung dapat mencapai Rp20 ribu hingga Rp22 ribu. Begitu pula minyak goreng yang dijual Rp16 ribu per liter, lebih murah dibandingkan harga di luar yang berkisar Rp17 ribu hingga Rp18 ribu.
Kerti berharap kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkala karena sangat membantu masyarakat, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Anak Agung Ayu Ira Diah Sunariani, mengatakan pasar murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
Menurutnya, selisih harga kebutuhan pokok yang dijual dalam pasar murah bisa mencapai Rp3.000 hingga Rp4.000 lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Berbagai komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi beras, telur, minyak goreng, gas LPG, dan kebutuhan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Anak Agung Ayu Ira Diah Sunariani menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya berpotensi memicu kenaikan harga barang. Karena itu, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Dengan terselenggaranya pasar murah di berbagai wilayah, pemerintah berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi serta membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5653 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2517 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2184 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan