Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Jero Gede Batur, Apotek Niskala Air Panas Toyabungkah
Kamis, 22 Desember 2016,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Pemandian air panas alami Batur atau Batur Natural hotspring, kini menjadi obyek wisata favorit bagi wisatawan baik lokal maupun asing. Hal ini tak lepas dari sosok Jero Gede Batur Alitan, yang telah berhasil mengajak warga setempat untuk mewujudkan hal tersebut.
Saat ditemui di restoran kawasan wisata Batur Natural Hotspring, belum lama ini, Jero Gede Batur Alitan/Kawanan, didampingi sejumlah warga dan tokoh masyarakat Desa Batur. Kepada Beritabali.com, Jero Gede Batur menceritakan, obyek wisata air panas alami Batur yang terletak di Toyabungkah ini, dulunya merupakan pemandian warga Desa batur dan sekitarnya.
"Nenek moyang masyarakat Batur, dulu mandi di sini, tapi mereka tidak berani bilang mandi. Mereka menyebutnya 'nunas tamba' (minta obat),"ujarnya.
Khasiat air panas air panas di pemandian ini, tambah Jero Gede, sudah dibuktikan oleh warga, karena mempu menyembuhkan berbagai penyakit mulai sakit kulit, sakit lumpuh, hingga berbagai jenis penyakit lainnya.
"Warga Batur mempercayai pemandian ini sebagai apotek niskala (apotek gaib), yang memberikan obat untuk penyakit kulit dan sebagainya, dan itu sudah terbukti sekali,"ujarnya.
Jero Gede menceritakan, tahun 1992, air panas alami Batur diambil sampelnya oleh tim peneliti dari ITB. Hasilnya, air panas alami ini bebas digunakan untuk makan, minum, masak hingga mandi. Hasil penelitian juga menunjukkan air panas alami Batur punya khasiat luar biasa untuk kesehatan.
Proses pembangunan obyek wisata pemandian air panas alami Batur sendiri, dimulai sejak tahun 2008. Saat itu, Jero Gede batur menyadari terdapat sumber daya alam yang luar biasa di pemandian air panas alami tersebut.

"Waktu itu saya berpikir, bisa ndak ini bermanfaat untuk masyarakat. Lalu saya mulai mengajak masyarakat untuk bergotong-royong, memulai pembangunan wisata air panas alami. Tadinya jorok sekali di sini, banyak bekas plastik bekas shampo. 3 tahun saya ndak berani mandi di sini, joroknya luar biasa,"ujarnya.
Setelah melakukan gotong-royong dengan subak dan warga beberapa kali, kawasan pemandian air panas alami ini akhirnya menjadi bersih, tak ada lagi bekas sampah plastik seperti sebelumnya.
Selanjutnya, Jero Gede Batur menggalang pungutan dana punia (sumbangan sukarela) untuk menjaga kebersihan kolam pemandian air panas.
"Karena sambutan masyarakat yang baik, kita kemudian bangun tahap demi tahap, sedikit demi sedikit menjadi seperti sekarang. walaupun belum rampung, tapi akan terus kita bangun,"ujarnya.
Hasil retribusi atau karcis masuk pemandian air panas alami Batur, juga digunakan untuk membangun akses jalan menuju obyek wisata ini. Dengan semakin ramainya wisatawan yang datang, kini obyek wisata pemandian air panas alami ini sudah mendatangkan pemasukan yang cukup besar untuk Desa Pekraman Batur dan bermanfaat bagi masyrakat.
"Obyek wisata ini kini sudah mampu menampung tenaga kerja lokal. Dari retribusi kita sudah memberi pemasukan sebesar Rp 2,1 miliar untuk desa di tahun 2015. Hasil yang didapat dari obyek wisata air panas Batur juga sudah bisa membantu warga, misal untuk pengabenan massal, pendwijatian jro mangku, dan berbagai kegiatan adat dan agama di Desa Batur." [bbn/psk]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5718 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2543 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2184 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026