Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Jro Mangku Dalem Gantung Diri di Pura Dadia
Rabu, 4 Mei 2016,
01:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Seorang pemangku di Pura Dalem meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Warga banjar Kembang Sari, Desa Satra, Kintamani, Bangli, geger dengan ulah nekat Jro Mangku Wenten (70), seoarang Pemangku di Pura Dalem banjar setempat.
Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban melakukan aksi ulah pati tersebut di Pura Dadia Arya Sentong, milik keluarga korban. Diduga korban melakukan gantung diri karena depresi, akibat penyakitnya tidak kunjung sembuh.
Kapolsek Kintamani, Kompol. I Komang Tresna Arbawa Manik saat dikonfirmasi Selasa (03/05/2016) membenarkan adanya kasus ulah pati tersebut. Dijelaskan, kasus mengenaskan tersebut terjadi pada Senin (02/05/2016) sekitar pukul 18.15 wita.
“Korban sudah ditemukan meninggal dengan posisi tergantung di tiang kayu (canggahwang) balai Piyasan di Pura Dadia Arya Sentong milik keluarga korban,” ungkapnya.
Jasad korban ditemukan pertama kali, oleh saksi Gusti Ayu Sari (12) dan Gusti Ayu Suardiani (12) yang saat itu hendak melakukan persembahyangan. Namun saat masuk pura, kedua saksi terkejut dan langsung berteriak histeris setelah melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Akibatnya, dalam sekejap warga yang geger langsung berdatangan ke lokasi dan menurunkan jasad korban.
“Korban adalah seoarang pemangku di Pura Dalem banjar Kembang Sari, Saat diturunkan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Kompol Komang Tresna.
Dijelaskan, setelah menerima laporan kejadian tersebut, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah personil Polsek Kintamani bersama tim medis dari Puskemas Kintamani. Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, hanya ditemukan tanda-tanda umum orang meninggal dengan cara gatung diri, seperti lidah menjulur, keluar kotoran dari anus dan kencing dari kemaluan, serta luka memar / luka jeratan pada leher.
“Dari pemeriksaan medis, hanya ditemukan tanda-tanda umum orang gantung diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan tindak pidana. Korban murni meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri,” tegasnya.
Sementara dari hasil interogasi para saksi dan pihak keluarga diperoleh keterangan bahwa 5 bulan yang lalu korban sempat mencoba juga bunuh diri. Namun berhasil diselamatkan oleh pihak keluarga. Korban juga diketahui selama ini, menderita penyakit tahunan yang tak kunjung sembuh.
“Dari keterangan saksi-saksi, korban meninggal murni karena bunuh diri diduga karena depresi akibat sakit menahun,” tegasnya. Tindak lanjut dari itu, pihak keluarga korban juga sudah menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi karena meyakini korban meninggal bunuh diri. [bbn/suaradewata]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026