Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kaya Potensi, Kadisbudpar Bangli Dituding Tidak Kreatif
Rabu, 13 Juli 2016,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Selain banyak memiliki potensi keindahan alam, Kabupaten Bangli juga memiliki banyak seni budaya unik dan menarik. Sayangnya hal tersebut belum dikemas dengan baik. Kalangan DPRD Bangli menilai kinerja Kadisbudpar Bangli tidak kreatif.
Kritikan terhadap buruknya kinerja Kadisbudpar Bangli itu, disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles saat dikonfirmasi awak media, Selasa (12/07/2016). Salah satu sikap Kadisbudpar Bangli yang disorot adalah dalam hal menyusun kalender destinasi. Kadis dinilai menunjukkan sikap pesimis dan tak kreatif.
Menurut Carles, penyusunan kalender sejatinya sangat mudah dilakukan. Sebab, jadwal pelaksanaan upacara di sejumlah pura sudah tercantum jelas pada kalender. Khusus untuk waktu pelaksanaan tradisi di sejumlah daerah, itu bisa dikoordinasikan dengan perbekel maupun bendesa adat.
“Saya mencermati selama ini Disbudpar Bangli memang tak kreatif. Di kalender biasa kan sudah jelas jadual kapan acara di sejumlah pura yang memang menarik. Tanggalnya juga sudah tertera. Kenapa harus bingung? Kalau masih bingung juga, kan bisa dikoordinasikan dengan Perbekel maupun bendesa adatnya,” tegasnya seperti dilansir suaradewata.
Padahal, menurut Politisi Demokrat asal Kintamani ini, jika sektor kebudayaan tersebut bisa dipadukan dengan pariwisata, diyakini jumlah kunjungan wisatawan ke Bangli akan semakin meningkat. “Kecenderungan wisatawan yang datang, selain karena untuk melihat keindahan alam Bali juga untuk mengetahui keunikan tradisi dan budaya yang ada," ungkapnya.
Lebih lanjut, Carles juga mengkritisi promosi pariwisata Bangli yang selama ini dinilai belum maksimal. Sejumlah kegiatan besar yang seharusnya bisa dijadikan moment promosi, justru dibiarkan berlalu begitu saja.
“Pengembangan destinasi ini harus serius. Seperti apa konsepnya dalam lima tahun kedepan, harus jelas. Jangan "gabeng" (tidak jelas). Adanya kalender destinasi kan bisa dikerjasamakan dengan pelaku pariwisata,” sebutnya.
Supaya hal itu tak terus berlanjut, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan segera menggelar Rapat Kerja (Raker) dan memanggil Disbudpar dan instansi terkait lainnya. “Kinerja SKPD itu harus membaik. Nanti akan kita gembleng lagi dalam Raker,” tegas Carles.
Sebelumnya, Kadisbudpar Bangli I Wayan Adnyana saat dikonfirmasi awak media, mengakui sejatinya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memang sangat perlu didukung kalender destinasi. Sebab, kata dia, seluruh kegiatan yang ada, baik terselenggara secara khusus maupun yang menyangkut adat istiadat bisa terangkum didalamnya. Hanya saja, ia justru berdalih hal tersebut sangat sulit untuk direlisasikan. Alasannya, karena waktu pelaksanaan acara tersebut tidak pasti.
“Pelaksanaan kegiatan, misalnya yang berbau adat seperti di Pura Ulun Danu Batur itu berlangsung pada sasih kedasa. Tanggal pastinya kan tidak ada. Bagaimana kita bisa buat kalender seperti itu,” urainya.
Padahal, lanjut dia, di Bangli memang banyak menyimpan tradisi yang unik dan menarik untuk dikemas menjadi even pariwisata. Dicontohkan, seperti perang papah biyu di Desa Pengotan, Bangli, upacara mapepada saat pujawali di Pura Kehen, dan perang taluh serta perang lidi di Desa Kayubihi.
Disinggung persoalan anggaran, juga ditegaskan tak jadi masalah. “Kalau pelaksanaan upacara atau kegiatan lain, wisatawan lebih senang yang tanggalnya pasti. Tak berubah setiap tahun. Kalau soal anggaran tak masalah,” katanya.
Selain itu, diketahui, tradisi unik yang sejatinya juga bisa dimasukkan ke dalam kalender destinasi di Bangli, yakni tradisi megoak-goakan di desa Kintamani, Perang Tipat di wilayah Susut, Nganten Massal di Pengotan, tari barong brutuk di desa Trunyan, Ngerebeg saat Kuningan dan lain sebagainya.[bbn/sdc/psk]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026