Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kemarau di Jembrana, Petani Terpaksa Pompa Air 12 Jam Sehari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jembrana. Petani di Subak Basah, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, terpaksa mengandalkan mesin pompa air setelah sekitar dua bulan tidak lagi mendapatkan pasokan air dari saluran irigasi subak.
Kondisi tersebut memaksa petani mengeluarkan biaya produksi yang jauh lebih besar demi menjaga tanaman padi tetap mendapatkan suplai air. Selain harus membeli mesin pompa, mereka juga harus menanggung biaya bahan bakar setiap hari.
Salah seorang petani, Komang Indrayasa, mengatakan mesin pompa harus dioperasikan hingga sekitar 12 jam setiap hari agar lahan persawahannya tidak mengalami kekeringan. Dalam sehari, mesin tersebut menghabiskan sekitar tujuh liter bahan bakar minyak (BBM).
"Sudah sekitar dua bulan air subak tidak mengalir. Mau tidak mau kami harus memakai pompa supaya padi tidak mati. Dalam sehari mesin bisa hidup sekitar 12 jam dan menghabiskan kurang lebih tujuh liter BBM. Biayanya jauh lebih besar dibandingkan saat masih ada air dari subak," ujar Komang, Kamis (9/7/2026).
Menurut Komang, untuk membeli mesin pompa ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5 juta. Selain itu, selama musim kemarau berlangsung, pengeluaran untuk membeli BBM telah mencapai sekitar Rp1,5 juta.
Meningkatnya biaya operasional tersebut menjadi beban tambahan bagi petani, terlebih hasil panen masih bergantung pada kondisi cuaca. Jika musim kemarau terus berlanjut tanpa adanya pasokan air yang memadai, petani khawatir produksi padi akan menurun bahkan berpotensi mengalami gagal panen.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air irigasi di wilayah tersebut. Mereka juga berharap adanya bantuan bagi petani agar biaya produksi tidak semakin membengkak dan sektor pertanian tetap mampu bertahan selama musim kemarau.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan