Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kerajinan Telur Ukir
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kerajinan kayu ukir mungkin sudah merupakan suatu hal biasa. Gading yang diukir juga sudah banyak dijumpai. Di Dusun Sidembunut, Desa Cempaga, Kabupaten Bangli, seorang kakek-kakek menekuni satu jenis seni yang cukup langka, yakni seni mengukir telur.
Nengah Padet (75) merupakan salah satu contoh pria lanjut usia yang tetap kreatif di usia senja. Meski sudah terhitung renta, Padet tidak mau hanya berdiam diri dalam mengisi hari tuanya.
Di rumah sekaligus bengkel kerjanya di Dusun Sidembunut, Kabupaten Bangli, Bali, setiap harinya Padet berkutat dengan aktivitas mengukir telur. Dengan alat pahat khusus untuk telur, Nengah Padet tampak serius menggarap seni telur ukir, pesanan seorang pejabat yang juga kolektor seni di Pulau Bali.
Telur yang diukir Padet bukan sembarang telur, tapi telur burung Kasuari atau burung Unta yang berukuran lebih besar dari telur ayam atau bebek.Telur-telur ini dibeli dari pemasok telur burung Kasuari atau Unta seharga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per butirnya.
Tak jarang, Padet mendapatkan telur langsung dari pemesan telur ukir yang datang ke rumahnya. Untuk menyelesaikan satu ukiran telur burung Kasuari atau Unta bertema pewayangan, Padet membutuhkan waktu hingga 2 bulan.
Waktu pengerjaan telur ukir ini relatif lama karena butuh kesabaran dan ketelitian yang tinggi.Nengah Padet mulai menekuni seni ukir sejak zaman penjajahan Jepang. Awalnya ia belajar mengukir dengan menggunakan tempurung kelapa. “Saya mulai pakai telur Kasuari atau Unta sejak jamannya Suharto.
Susah Pak ngukir telur, kalau tidak hati-hati bisa pecah kena pahat,” kata Padet kepada Beritabali.com, belum lama ini.Satu telur ukir Karya Nengah Padet dijual antara Rp 3,5 hingga Rp 10 juta rupiah. Harga jual ini berbeda-beda tergantung tingkat kesulitan ukiran dan juga pembelinya.
Sudah berbagai penghargaan diraih Padet, salah satunya penghargaan dari Gubernur Bali sebagai salah satu seniman tua yang berjasa bagi dunia seni di Bali.Di usia senjanya, Padet boleh berbangga karena karyanya sudah dikoleksi para pecinta seni baik dari dalam maupun luar negeri.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5645 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan